Indonesiadaily.net – Mencegah terjangkitnya kanker serviks, bisa dengan Vaksinasi HPV. Tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah apakah masih diperlukan untuk wanita yang sudah terlanjur aktif secara seksual? Wulan Guritno pernah memberikan respon akan hal tersebut.
“Apa yang kita lihat dari keluarga kita, dari rumah kita, orang tua kita, itu yang akan turun ke kita otomatis. Apabila memang sampai titik ini ada beberapa hal yang belum diterapkan di keluarga dan ingin diteruskan ke anak-anak, ya mulai dari kita (ibu),” ujar Wulan.
Wulan beranggapan, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Itu yang menjadi penyebab Wulan Guritno dan putrinya memakai vaksin HPV yang merupakan bagian dari menjalani program hidup sehat.
“Kadang ada hal yang mungkin kita tidak berani lakukan karena support system kita kurang. Kalau perempuan-perempuan Indonesia solid atau satu sama lain menguatkan, dan support, encourage dan memberi inspirasi satu sama lain, mudah-mudahan bisa jadi snowball untuk perempuan-perempuan lainnya,” jelas Wulan.
Sementara itu, dokter spesialis obgyn, dr Maria Ratna Andijani, SpOG mengatakan, jika vaksin HPV lebih efektif untuk perempuan yang belum melakukan hubungan intim. Namun, tak menutup kemungkinan hal tersebut juga bagus untuk perempuan yang sudah terlanjur berhubungan intim.
“Vaksinasi dilakukan sebelum melakukan hubungan seksual, antibodi akan meningkat, melindungi lebih-lebih bagus lagi. Tapi jika sudah sexually active, bukan berarti tidak mendapat benefit,” pungkasnya lagi.
Maria mengatakan jika perempuan yang sering melakukan seks dan berganti-ganti pasangan, akan lebih sensitif terkena kanker serviks.
“Kita harus menekankan kesadaran akan lifestyle yang sehat seperti single sexual partner, jangan melakukan hubungan seksual dari usia dini, atau lifestyle lain smoking, alkoholik, itu akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga virus gampang masuk,” tutupnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






