Catat! Ini Cara Berikan Pertolongan Pertama Keracunan Makanan

Ilustrasi daftar rumah sakit rujukan Gangguan ginjal dari kemenkes

Indonesiadaily.net – Selain pergi ke fasilitas kesehatan, sejumlah cara ini bisa dilakukan untuk mengatasi keracunan makanan. Salah satunya meminum air putih yang snsgat banyak.

Selain meminum air putih, keracunan makanan bisa diatasi juga dengan cara ini, apa saja itu? Simak bagaimana caranya mengatasi keracunan makanan seperti dilansir dari Suara.com.

Bacaan Lainnya

Merangkum laman NHS Inform, keracunan biasanya tidak serius dan kebanyakan orang bisa sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan.

Pada sebagian besar kasus seperti ini, umumnya makanan yang dikonsumsi terkontaminasi oleh bakteri salmonella atau Escherichia coli (E. coli) , atau virus, seperti norovirus .

Gejala umum keracunan makanan biasanya dimulai dalam satu hingga dua hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, meskipun beberapa dapat dimulai sekitar beberapa jam atau beberapa minggu kemudian.

Gejala utamanya meliputi:

mual
muntah
diare kadang mengandung darah atau lendir
kram perut atau sakit perut
lemas
kehilangan selera makan
demam
sakit di bagian otot
meriang
Anda harus menghubungi dokter umum jika:

Gejala semakin parah, misalnya muntah berulang kali.
Tubuh tak mulai membaik setelah beberapa hari.
Memiliki gejala dehidrasi parah seperti kebingungan, detak jantung jadi cepat, mata cekung dan sedikit atau bahkan tidak ada urin yang keluar.
Dalam keadaan hamil.
Berusia di atas 60 tahun.
Memiliki kondisi yang mendasari jangka panjang, seperti radang usus (IBD), penyakit katup jantung, diabetes atau penyakit ginjal.
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah – misalnya karena pengobatan kanker atau HIV.
Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan

1. Kontrol mual dan muntah

Untuk mengontrol perasaan mual dan muntah berlebihan, hindari makanan bertekstur padat. Sebaiknya konsumsi makanan ringan seperti biskuit asin atau roti.

Jangan makan makanan pedas, berminyak atau yang memiliki rasa tajam lainnya seperti asam atau manis berlebihan. Makanan dengan rasa hambar lebih disarankan agar tak memancing mual.

2. Hindari dehidrasi

Saat keracunan makanan, kita akan mengalami diare yang menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Tetap minum air putih meskipun hanya bisa menelannya sedikit demi sedikit.

Minum larutan rehidrasi jika diare dan muntah tak terkendali. Indikasi utamanya adalah diare yang berangsung lebih dari 24 jam.

Penyebab keracunan makanan secara umum dapat menjadi 4 yaitu bakteri dan virus, parasit, jamur maupun alergi. Laman halodoc menulis penjelasannya seperti di bawah ini:

Alergi: Beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, susu, telur, ikan, kerang, gandum atau kedelai dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang.
Jamur: Jamur adalah penyebab kasus keracunan makanan alami yang paling umum setelah bakteri dan virus. Jamur juga bisa ditemui sebagai racun kimia tambahan.
Parasit: Parasit adalah organisme yang memperoleh makanan dari inang. Parasit bawaan makanan yang paling umum ditemui adalah protozoa, cacing gelang dan cacing pita.
Bakteri dan virus: Dua hal ini adalah penyebab keracunan makanan yang paling umum. Gejala dan tingkat keparahannya bervariasi, tergantung dari bakteri atau virus yang telah mencemari.
Itulah pertolongan pertama pada keracunan makanan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi solusi dalam keadaan darurat.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *