Cara Atasi Tantrum Pada Orang Dewasa, Begini Solusinya

Tantrum pada orang dewasa (istimewa)

Indonesiadaily.net – Anda mungkin tidak akan kaget ketika melihat seorang anak kecil tantrum di depan publik. Namun, tahukah Anda bahwa orang dewasa juga bisa mengalami tantrum.Kalau sudah demikan, bagaimana cara mencegah tantrum pada orang dewasa?

Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan masa kanak-kanak. Anak-anak, terutama balita, terkadang kesulitan mengontrol dan mengekspresikan emosinya.  Akan tetapi, bukan berarti orang dewasa tidak bisa tantrum. Biasanya, tantrum yang terjadi melibatkan pergolakan amarah karena frustasi.

Bacaan Lainnya

Dalam beberapa kasus, tantrum juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan mental, termasuk gangguan kepribadian.

Bentuk tantrum pada orang dewasa tidak selalu berupa ledakan amarah seperti anak kecil. Terkadang, orang dewasa juga bisa tantrum dengan cara berikut:

1. Berdiam diri
Dalam hal ini, seseorang meluapkan amarahnya dalam bentuk diam atau tanpa berbicara sedikitpun. Mereka mungkin menolak untuk berbicara atau mendengarkan Anda. Meskipun ini tidak diucapkan, mereka mungkin masih menjadi sangat agresif.

2. Mengomel
Omelan bisa berupa bentakan dan menghina orang lain. Orang terkadang mulai melempar barang atau membanting pintu. Mereka mungkin mengancam kekerasan atau melakukann kekerasan fisik.

3. Rengekan dan erangan
Tangisan marah, erangan, dan gertakan mungkin terlibat di sini. Seseorang mungkin terengah-engah, menjerit, atau memaki. Mereka mungkin juga menghina orang lain.

Saat Anda mengalami tantrum, Anda juga bisa merasakan detak jantung yang kecang, badan tremor atau gemetar, dan rasa sesak di dada. Meskipun serangan amarah dan kehancuran mungkin bukan kesalahan Anda, hal itu tetap dapat membahayakan Anda, serta orang yang ada di sekitar Anda. Untuk menghindari dampak negatif dari tantrum, Anda bisa melakukan hal berikut ini:

1. Ketahui pemicu amarah
Anda tidak dapat merencanakan setiap keadaan yang memicu kehancuran atau serangan amarah. Namun, mengetahui jenis situasi apa yang cenderung membuat Anda marah atau kesal dapat membantu Anda menemukan strategi untuk mencegah ledakan emosi.

Mulailah dengan membuat daftar situasi yang bisa memicu amarah Anda di masa lalu. Setelah Anda mengidentifikasi pemicu potensial, Anda dapat mengembangkan strategi untuk menanganinya.

Jika hal-hal di lingkungan Anda membuat Anda kesal, Anda dapat mencoba minum minuman dingin, berjalan-jalan, atau mencari tempat yang tenang untuk menyendiri.

Uraikan beberapa cara untuk menolak dengan sopan perubahan dalam rutinitas Anda yang memicu kesusahan. Siapkan daftar aktivitas yang menenangkan, seperti meditasi atau musik. Carilah cara lain untuk mengekspresikan kemarahan Anda, seperti menggambar, menulis jurnal, atau memainkan musik.

2. Lakukan relaksasi

Meskipun latihan relaksasi tidak dapat menggantikan terapi dan perawatan profesional lainnya, latihan ini dapat membantu Anda mengelola kemarahan dan ledakan emosi. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Anda perlu melakukan latihan relaksasi secara teratur. Strategi relaksasi yang bisa Anda praktikan, di antaranya: visualisasi atau imajinasi terpandu relaksasi otot progresif pernapasan dalam meditasi.

3. Praktikan komunikasi yang bagus

Saat Anda benar-benar kesal, berteriak atau menendang furnitur mungkin terasa memuaskan, tetapi tindakan ini tidak membuat orang lain tahu mengapa Anda marah.. Tindakan ini biasanya juga tidak banyak membantu untuk menyelesaikan masalah. Anda juga bisa melukai diri sendiri atau orang lain.

Komunikasi yang lebih baik dapat membantu Anda mengungkapkan kemarahan dengan cara yang lebih sehat. Jika Anda dapat menyebutkan dan mendeskripsikan emosi dan perasaan tertentu, orang lain memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memahami masalah dan membantu Anda menyelesaikannya.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *