Indonesiadaily.net – Indonesia tidak hanya dihiasi dengan film-film bergenre drama cinta dan horor saja, tetapi ada juga film bertemakan perang.
Film bertemakan perang juga bisa jadi pilihan untuk yang suka dengan film aksi yang menegangkan. Dimana, biasanya adrenalin akan terpacu saat mengikuti jalan ceritanya.
Meski belum banyak film bertemakan perang di Indonesia, tetapi setidaknya ada tujuh film perang Indonesia yang bisa jadi pilihan menonton.
Kadet 1947 (2021)
Film Kadet 1947 menceritakan kisah sekelompok kadet (calon penerbang) dari sekolah penerbang Angkatan Udara di Maguwo. Namun, ada karena berstatus pelajar Angkatan Udara, maka ambisi mereka untuk menjaga Indonesia dari Belanda banyak halangan.
Film yang dibintangi oleh Bisma Karisma, Kevin Julio, Omara Esteghlal dan Marthino Lio ini terinspirasi dari peristiwa pada 29 Juli 1947. Di mana saat itu, para kadet Angkatan Udara Republik Indonesia memiliki misi untuk melakukan serangan udara pertama ke markas pertahanan Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa.
The East (2020)
Kekejaman Kapten Raymond Paul Perre Westerling pada tahun 1946 menjadi latar dalam Film The East. Dimana, saat itu banyak gerilyawan Indonesia di Sulawesi Selatan yang mendapatkan kekerasan dan penyiksaan pasca Perang Dunia Kedua.
Kemudian seorang prajurit muda Belanda bernama Johan (Martijn Lakemeier) dikerahkan untuk operasi melawan pasukan anti-gerilya di Sulawesi Selatan. Tetapi tembakan demi tembakan kepada warga kampung yang dituding pemberontak justru meninggalkan trauma dan rasa bersalah pada Johan.
Perburuan (2019)
Film ini mengambil latar perjuangan kemerdekaan Indonesia di era penjajahan Jepang. Film perburuan mengisahkan tentang perburuan tentara Pembela Tanah Air (PETA) bernama Hardo (Adipati Dolken) yang gagal melawan Jepang.
Setelah kalah perang, Hardo memutuskan untuk kembali ke kampungnya di Blora. Tapi sayang kehadirannya itu justru terlacak hingga kemudian diburu oleh tentara Jepang. Untuk menghindari kejaran, Hardo sempat menyamar jadi pengemis hingga sebuah drama perjuangan pun terungkap.
Sultan Agung (2018)
Film Indonesia bertema perang yang selanjutnya adalah Sultan Agung yang rilis pada 2018. Film yang dibintangi Ario Bayu ini menceritakan tentang biografi Raden Mas Rangsang yang menjadi Sultan Agung Hanyakrakusuma di Kerajaan Mataram Islam. Sebagai raja baru, Sultan Agung memimpin pasukannya untuk menyerang Belanda di Batavia.
Penyerangan itu dilakukan karena perusahan dagang Belanda yaitu VOC ingkar terhadap perjanjian dagang dengan Kerajaan Mataram. Film ini mengisahkan perjuangan Sultan Agung dan rakyatnya dalam menyerang Belanda.
Battle of Surabaya (2015)
Berbeda dari film yang lain, film Battle of Surabaya merupakan film animasi yang mengisahkan perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Meski berbentuk animasi, tapi cerita dalam film ini tidak mengurangi keseruan ketika menontonnya.
Kisah dari film ini diadaptasi dari peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya. Battle of Surabaya berhasil meraih 19 penghargaan dan menjadi salah satu film Indonesia yang sukses di ajang Internasional.
Jenderal Soedirman (2015)
Film Indonesia bertema perang yang satu ini dibintangi oleh Adipati Dolken yang memerankan sosok Jenderal Soedirman. Film ini menceritakan kisah perjuangan Jenderal Soedirman yang berusaha untuk tetap bergerilya selama tujuh bulan meski sedang mengalami sakit keras.
Diceritakan bahwa Jenderal Soedirman hanya memiliki satu paru-paru saat menjalankan misi gerilya. Tapi sang Jenderal dan pasukannya berhasil membuat pasukan Belanda kewalahan. Pada akhirnya, Belanda menandatangani perjanjian Roem-Royen dan mulai mengakui kedaulatan Indonesia.
Merah Putih (2009)
Rekomendasi film Indonesia bertema perang yang terakhir adalah Merah Putih. Merah Putih merupakan salah satu film sejarah perang Indonesia terbaik yang mengisahkan tentang para pejuang Indonesia dalam melawan Belanda pasca kemerdekaan di tahun 1947.
Film ini dibintangi aktor ternama seperti Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Darius Sinathrya hingga Donny Alamsyah. Film Merah Putih menjadi salah satu film Indonesia yang mendapat sentuhan Hollywood. Tak heran biaya produksinya mencapai US$ 6 juta dollar. (*)
Editor : Pebri Mulya






