Wisuda 1.130 Mahasiswa, Rektor UMN Pesan Soal Potensi dan Peluang Energi Terbarukan

Wisuda 1.130 Mahasiswa UMN. (Istimewa)

Indonesiadaily.net – Sebanyak 1.130 mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara atau UMN kembali di wisuda hari ini, Sabtu, (17/12/2022), di ICE BSD, Tangerang.

Rektor UMN, Dr. Ninok Leksono, M.A dalam sambutannya menyampaikan, masalah energi baru dan terbarukan tidak saja bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia semakin mendesak. Ini mengingat emisi karbon sebagai komponen utama gas rumah kaca masih sulit dibendung, padahal pemanasan global semakin kritis.

Bacaan Lainnya

“Waktu sudah hampir habis. Jadi, tiap orang harus berkontribusi pada upaya penurunan suhu permukaan bumi melalui energi terbarukan ini,” ungkap Ninok.

Ninok berharap kepada seluruh wisudawan agar terus mencari peluang meningkatkan kualitas hidup, bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Hal ini bisa dilakukan mulai dari diri sendiri, dengan cepat mendapat pekerjaan, membuka lapangan pekerjaan, berkarier dengan penuh integritas, dan menjaga nama baik almamater.

Hadir sebagai pembicara utama dalam wisuda kali ini Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Sampe L. Purba.

Dalam pemaparannya, Sampe mengungkapkan harapannya kepada generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan guna memberikan solusi atas isu masa kini dan mendatang; salah satunya adalah isu ketahanan energi dan mitigasi perubahan iklim yang menjadi tema wisuda kali ini.

Sampe memaparkan, dengan fakta bahwa saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara. Masalahnya, harga energi fosi di pasar energi global terus berfluktuasi dan diperparah oleh krisis energi di Eropa akibat konflik Rusia – Ukraina.

“Karena masalah ini, pemerintah kerap dituntut untuk menjaga ketahanan dan keamanan energi nasional dengan menjaga keseimbangan tiga aspek trilemma energi, yakni kesetaraan, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan,” ungkap Sampe.

Sampe melanjutkan, mengenai upaya pemerintah dalam mengembangkan energi yang sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca. Upaya yang disebut transisi energi ini didukung dengan potensi kekayaaan sumber daya alam yang ada di Indonesia, yang sebagian besarnya merupakan energi surya.

“Proses digitalisasi juga menjadi catatan Sampe sebagai solusi berbagai masalah modern, termasuk isu transisi energi ini. Teknologi digital dan upaya modernisasi infrastruktur merupakan pendorong terkuat untuk transisi energi,” jelasnya.

Terakhir, Sampe mengungkapkan faktor utama dalam melihat potensi dan peluang energi terbarukan di Indonesia yaitu sumber daya manusia (SDM). SDM harus terus disiapkan untuk menghadapi transisi energi. Di masa depan, cara kita menyediakan, memanfaatkan, dan mengelola energi akan jauh berbeda dengan sekarang.

“Sinergi dan kolaborasi dari semua kalangan sangat dibutuhkan, terutama dari kalangan anak muda. Pemuda memiliki peran yang unik sebagai agen perluasan informasi dan budaya transisi energi kepada masyarakat luas. Saya mengajak anda semua, pemuda disini untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan transisi energi di Indonesia,” pungkasnya.

Dikrtahui, Wisuda XXIII UMN Luluskan 1.130 Mahasiswa Disambut baik oleh mahasiswa, sebanyak 1.130 wisudawan terdaftar dalam wisuda kali ini. Mereka berasal dari Fakultas Bisnis dengan total 134 wisudawan, Fakultas Teknik dan Informatika dengan total 199 wisudawan, Fakultas Ilmu Komunikasi dengan total 373 wisudawan, Fakultas Seni dan Desain dengan total 413 wisudawan, dan Magister Manajemen Teknologi dengan total 11 wisudawan.

Ketua Panitia Wisuda XXIII UMN, Markus Adhi Priyandito, menyampaikan isu aktual yang menjadi dasar tema yang dipilih oleh panitia. Panitia ingin membuka pandangan dan membawa kondisi optimis; bahwa di tengah kondisi yang sangat sulit ini, Indonesia masih memiliki peluang untuk lebih menggali potensi dari energi terbarukan seperti melalui air, angin, tenaga surya, dan sebagainya. Energi baru ini memiliki keunggulan, antara lain lebih ramah lingkungan dan dapat mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.

“Wisudawan dapat mengaplikasikan dan mengembangkan kemampuan yang telah didapatkan di bangku kuliah ke dalam dalam dunia usaha/dunia kerja. Saya juga berharap Wisudawan dapat memiliki kepekaan dalam melihat permasalahan yang terjadi dan menawarkan solusi yang menjawab tantangan tersebut,” ungkap Adhi.

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *