Indonesiadaily.net – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menempati peringkat lima besar realisasi belanja Produk Dalam Negeri (PDN) dan Produk UMK se-Indonesia.
Hal itu berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Kebijakan Pengedaan Barang dan Jasa (LKPP) dalam Rakor Monev Inpres No.2 Tahun 2022.
Diketahui, Total realisasi belanja PDN Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp 973,3 miliar rupiah.
Capaian ini hanya berada di bawah kota-kota besar dan secara usia jauh dari Tangerang Selatan yaitu Surabaya sebesar Rp 1,7 triliun, disusul Medan Rp 1,7 triliun, dan Bekasi Rp 1,2 triliun.
Sedangkan, untuk realisasi belanja UMK, Pemkot Tangsel ada di peringkat lima dengan nilai belanja mencapai Rp 597,2 miliar rupiah.
Capaian tersebut jadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mendukung realisasi belanja produk dalam negeri, sekaligus produk UMK-Koperasi.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Ia meyakini kebijakan menggunakan produk lokal akan menumbuhkan perekonomian lokal itu sendiri.
“Tangerang Selatan akan lahir pengusaha-pengusaha baru yang berdampak pada kemajuan ekonomi di Tangerang Selatan,” ujar Benyamin.
“Memang sejak awal kami berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri. Terlebih lagi sudah diinstruksikan oleh bapak presiden. Kami akan terus kawal dan lanjutkan dalam menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia,” paparnya.
Ia menegaskan ke depan, komitmen akan terus diperkuat dengan mendorong produk-produk Tangsel untuk masuk melalui e-katalog, sehingga realisasi belanja dan jangkauan pasar bagi pelaku UKM maupun UMKM semakin luas.
Sementara itu, Kepala LKPP Hendrar Prihadi, adanya Inpres No.2 tahun 2022 untuk sama-sama membangun komitmen agar terus menggunakan produk dalam negeri dan produk UMK-Koperasi.
Dirinya berharap, belanja PDN mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi. Selain itu menciptakan iklim tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah yang kondusif dan konstruktif.
“Target belanja APBN/APBD tahun 2022 untuk produk dalam negeri paling sedikit Rp 400 triliun. Adapun dengan belanja produk dalam negeri senilai tersebut diperkirakan dapat menambah 1,7 persen sampai 2 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia hingga di November tanggal 14, realisasi mencapai Rp 320,5 triliun,” jelasnya.
Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari






