Indonesiadaily.net – Polemik relokasi SDN Pondok Cina 01, Kota Depok yang bergulir beberapa pekan terakhir masih mendapat sorotan sejumlah pihak.
Meski begitu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok Dadang Wihana menjelaskan, perencanaan lahan relokasi SDN Pondok Cina 01 sudah sejak lama. Dadang menyebutkan rencana relokasi sekolah itu sejak 2015.
Kata Dadang, keberadaan SDN Pondok Cina 01 ini berada di pinggir Jalan Raya Margonda yang menjadi alasan direlokasi ke tempat yang lebih aman bagi para siswa dan siswi SD tersebut.
“SDN Pondok Cina 01 yang berada di pinggir Jalan Raya Margonda itu dilakukan karena sudah tidak layak dari segi keamanan, keselamatan dan kenyamanan siswa,” ungkap Dadang saat ditemui di Kantor PWI Kota Depok, Selasa (6/12/2022).
Lanjut Dadang Wihana, lahan SDN Pondok Cina 1 yang usai direlokasi akan direncanakan pembangunan Masjid Agung Jami Al Quddus.
Selain itu juga ada perencanaan pembangunan gedung SMPN 34 di Pondok Cina.
“Rencana pembangunan Masjid Agung Jami Al Quddus di Jalan Raya Margonda merupakan aspirasi masyarakat sejak lama. Perencanaannya sudah sejak lama, sejak 2015 dan juga dananya sudah ada dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar),” tuturnya.
Sementara itu rencana pembangunan SMPN 34 di Kelurahan Pondok Cina 34 di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok disambut baik oleh warga setempat.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pondok Cina, Kecamatan Beji, Munir mengatakan lahan untuk SMP 34 sudah ada.
Tinggal warga berusaha semua elemen masyarakat, stakeholder mendorong berdirinya gedung SMP Negeri di Pondok Cina.
“Lokasinya di Kampung Poncol, dimana lokasinya dinilai representatif, jauh dari keramaian sehingga nantinya siswa bisa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar dengan aman dan nyaman,” ungkap Munir.
Dia mengatakan selama ini lulusan siswa dari SD dan MI di Pondok Cina untuk melanjutkan ke SMP negeri harus menyeberang Jalan Margonda dan menyeberangi Sungai Ciliwung ke arah Sukmajaya dan Cimanggis untuk ke sekolah.
Saat ini, di Beji baru ada dua SMP negeri yakni SMP 5 dan SMP 26.
Dari dua SMP itu siswa di SD Pondok Cina tidak bisa masuk karena terkendala dengan program zonasi.
“Insya Allah, lulusan dua SD Negeri dan MI, dan SD Muhammadiyah 3 di Pondok Cina bisa berkecukupan menampung anak- anak kita di SMP 34,” katanya.
Masyarakat Pondok Cina, katanya lagi, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Depok yang akan melakukan pembangunan SMP 34 di wilayahnya.
“Diharapkan dengan adanya SMP 34 ini bisa menciptakan pembentukan siswa berkarakter insan yang berakhlakul karimah,” harapnya.
Dia menambahkan tugas dan fungsi LPM bukan sebagai tukang stempel saja, akan tetapi bagaimana bisa mensejahterahkan warganya.
“Salah satu upaya mensejahterahkan warganya adalah dengan mengusulkan adanya pembangunan gedung SMP 34 di Pondokcina. Peranan LPM bukan hanya mengusulkan perbaikan jalan, infratruktur akan tetapi mengusulkan pembangunan sekolah sehingga warganya bisa mengenyam pendidikan,” pungkasnya.
Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari





