Soal Kisruh Keraton Surakarta, Ganjar Minta Ini ke Semua Pihak

Indonesiadaily.net – Konflik internal ndi Keraton Surakarta mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia meminta konflik tersebut diakhiri dengan cara berembuk.

Cara membahas persoalan ini dengan duduk bersama kata Ganjar, merupakan yang paling tepat dilakukan agar tidak terulang peristiwa bentrok sebelumnya.

Bacaan Lainnya

”Saya berharap di antara keluarga mereka bisa rembukan, wong ya mereka keluarga sendiri,” kata Ganjar seperti dilansir dari JawaPos.com.

Meski begitu, Ganjar menyerahkan sepenuhnya penanganan kericuhan, yang diduga karena dipicu konflik internal keluarga kepada pihak kepolisian.

Keraton Surakarta dikabarkan kembali terjadi kericuhan untuk kesekian kalinya karena dipicu konflik internal keluarga. Dalam bentrokan pada Jumat petang (23/12), sejumlah orang dilaporkan terluka.

Kapolresta Surakarta Kombespol Iwan Saktiadi mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Kota Surakarta mendorong adanya mediasi antara dua pihak yang berseteru. ”Itu kan keluarga semua to. Saya ngobrol sama Mas Wali (Wali Kota Surakarta), sama Gusti Purbo (Putra Mahkota Keraton Surakarta), mendorong rekonsiliasi, sehingga permasalahan diselesaikan baik-baik,” tutur Iwan.

Dia mengatakan baik kepolisian maupun pemerintah tidak berada di pihak siapa pun. ”Semua di pihak sinuwun dan adik-adiknya. Kalau dari pihak luar keraton harapannya mereka bisa damai. Tidak ada friksi di antara mereka,” papar Iwan.

Dia memastikan, usai terjadinya ricuh tersebut tidak ada laporan yang masuk ke kepolisian. Oleh karena itu, sejauh ini pihaknya tidak melakukan upaya lain di keraton.

”Karena kami menyadari itu area keraton, karena semua keluarga. (Jika ada laporan masuk) tidak ada masalah, seluruh warga negara sama kedudukannya di mata hukum. Kalau ada laporan kami proses,” jelas Iwan.

Dia mengatakan untuk proses mediasi dilakukan pada Senin (26/12) di Mapolresta Surakarta. Pada mediasi tersebut, seluruh pihak akan diundang agar memperoleh titik temu.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *