Puncak Cuaca Ekstrem di Makassar, 3.046 Rumah Terendam Banjir

Indonesiadaily.net – Intensitas hujan yang tinggi membuat ribuan rumah di Kota Makassar terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat ada 3.046 unit yang terdampak.

Tercatat cuaca ekstrem telah terjadi sejak 24 Desember lalu. Seperti dilansir JawaPos.com, sebanyak 46 titik banjir yang berada di 16 kelurahan dicatat BPBD, meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Manggala, Biringkanaya, dan Tamalanrea.

Bacaan Lainnya

”Jumlah warga yang terdampak banjir tercatat 7.859 jiwa dengan 2.336 kepala keluarga (KK), sedangkan jumlah rumah terdampak banjir sebanyak 3.046 unit. Ada 16 unit posko pengungsian aktif bagi penyintas di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Mangala, Biringkanaya, dan Tamalanrea. Jumlah pengungsi di semua posko tercatat sebanyak 1.054 jiwa atau 271 KK,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin

Untuk titik lokasi banjir di Kecamatan Manggala berada di Perumnas Antang Blok 10 dan Jalan Manggala Dalam, Kelurahan Manggala dan Kelurahan Tamangapa. Sebanyak 711 jiwa atau 180 KK penyintas mengungsi sementara di delapan posko aktif tersebar di sejumlah masjid setempat serta gedung posyandu karena rumah mereka teredam air di atas 100 sentimeter.

Selanjutnya di Kecamatan Biringkanaya, lokasi banjir di wilayah Kelurahan Katimbang dan Paccerakang. Sebanyak tujuh posko pengungsian aktif didirikan dengan jumlah penyintas sebanyak 318 jiwa atau 81 KK mengungsi sementara di posko karena rumahnya terendam air.

Di Kecamatan Tamalanrea, hanya satu lokasi pengungsian di Masjid Al Muhajirin Kompleks Bung Permai. Sebanyak 25 Jiwa atau 10 KK mengungsi di tempat tersebut.

Dampak angin puting beliung juga menimpa dua Keluarga dan pohon tumbang 10 Keluarga rumahnya rusak akibat peristiwa alam tersebut.

”Upaya dilakukan menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban terdampak yakni penyediaan sandang dan pangan serta layanan kesehatan. Bantuan kemanusiaan korban pohon tumbang dan penyintas banjir juga telah disalurkan kepada korban terdampak,” kata Achmad Hendra Hakamuddin, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Makassar itu.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, para camat, lurah, dan OPD lainnya menurunkan kekuatan membantu para korban bencana. Termasuk evakuasi dan penyediaan makanan serta fasilitas diperlukan korban di posko pengungsian.(*)

Editor: Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *