Indonesiadaily.net – Setelah menyerahkan mandat ke Kepala staf Angkatan Laut (KSAL) kepada Laksamana TNI Muhammad Ali, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan akan membawa kepala staf angkatan untuk mengunjungi daerah rawan di Indonesia.
”Kesempatan pertama akan kami tinjau daerah-daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, bersama tiga kepala staf,” kata Yudo dilansir dari JawaPos.com.
Menurut dia, pada kunjungan tersebut dirinya bakal mengajak diskusi seluruh komandan satuan, pimpinan pemerintah daerah setempat, dan para pimpinan dari kepolisian. ”Saya ingin tahu, saya ingin masukan, dan tentunya masukan tersebut akan kami evaluasi,” ujarnya.
Jika sudah baik, Yudo ingin ada peningkatan. Bila ada yang kurang, dia memastikan bakal menutup kekurangan tersebut.
Namun, Yudo belum bisa memerinci langkah-langkah yang bakal dia ambil. Mantan panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I itu tidak mau berandai-andai. ”Tanpa saya melihat langsung, tidak mungkin bisa merencanakan maupun menyampaikan rencana dengan berandai-andai,” tegasnya.
Sebagai panglima TNI, Yudo ingin melihat secara langsung kondisi dan situasi terkini di seluruh daerah rawan tersebut.
Sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa melakukan upacara serah terima jabatan (sertijab) Panglima TNI kepada Laksamana TNI Yudo Margono di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur Selasa (20/12).
Dengan upacara ini, Jenderal Andika resmi melepas jabatannya dan dirinya merasa lega telah menyudahi masa aktifnya sebagai Panglima TNI.
“Saya merasa lega menyudahi dinas aktif di TNI, sejauh saya berusaha, penilaian itu bukan milik saya. Yang jelas saya dan istri sudah menyelesaikan tugas sampai akhir,” kata Jenderal Andika.(*)
Editor: Nur Komalasari






