Indonesiadaily.net – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok mengadakan seminar tentang ‘peningkatan kapasitas WPA/KPA penguatan koordinasi pentahelix dalam rangka pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Depok‘ di Hotel Bumi Wiyata, Kamis 29 Desember 2022.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok, Khaerudin mengatakan, ada 145 orang yang ikut dalam kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut tentunya untuk mengajak semua pihak di masyarakat berperan serta dalam penanggulangan HIV-AIDS.
“Warga Peduli AIDS (WPA) dan KPA harus bisa bersinergi, dan dengan seminar ini untuk menyatukan arah gerakannya dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-ADIS,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda (Kabagkesra), Sandy Syamsurizal mengatakan, di Jawa Barat dari periode Januari sampai September 2022 ada 5.809 kasus AIDS, sedangkan untuk di Kota Depok ada 221 kasus.

“Di periode yang sama, total untuk orang dengan AIDS (ODHA) ada 221 orang, sedangkan untuk ODHA mulai ART ada 203 di Kota Depok,” katanya.
Sandy menjelaskan, angka tersebut berdasarkan pada hasil tes HIV di Jawa Barat di periode Januari sampai September 2022, yang mencapai 558.705 tes. Sedangkan di Kota Depok ada 19.641 tes.
“Data berdasarkan jenis kelamin untuk laki-laki mencapai 82 persen dan 18 persen perempuan dalam kasus AIDS,” katanya.
Sementara itu, narasumber lainnya, yakni Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dewi Inong Irana menuturkan, AIDS bisa tersebar melalui hubungan seks bebas. Maksudnya yang bukan suami sah, pacar, selingkuhan, seks laki dengan laki, seks perempuan dengan perempuan, dan gonta ganto pasangan seks.
“Penyebaran lewat seks, dan yang paling gampang menular jika berhubungan seks lewat dubur, lalu kelamin, mulut, tangan orang lain, dan alat,” jelasnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






