Indonesiadaily.net – Setidaknya 45 juta orang diperkirakan akan berpergian pada momen Natal dan tahun baru atau libur Nataru. Hal tersebut membuat pemerintah melakukan berbagai persiapan menyambut momen tersebut.
Meski begitu, apakah momen Nataru kali ini masih dibayangi dengan ancaman penyebaran Covid-19 yang. Hal ini pun ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Selasa (20/12).
Melansir dari JawaPos.com, dirinya menyebut pada Nataru kali ini tidak lagi dibayangi ancaman Covid-19. Sebab, berdasar analisis dari Kementerian Kesehatan dan BNPB, pandemi Covid-19 sudah terkendali. ”Ini diperkuat juga oleh surat edaran Mendagri dan ditetapkannya level 1 untuk seluruh Indonesia,” ungkap dia.
Die menyebutkan, pemerintah melonggarkan aturan perjalanan selama masa Nataru. ”Yang harus kita waspadai justru masih adanya intensitas bencana yang bisa saja terjadi. Terutama yang berkaitan dengan hidrometeorologi,” ungkapnya.
Dari aspek kesehatan, kemarin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/II/3984/2022 yang ditujukan kepada para kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota. SE itu berisi instruksi kesiapsiagaan menyambut momen Nataru. Kementerian yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin itu meminta agar semua kepala dinas kesehatan mewaspadai mobilitas manusia yang besar selama Nataru. Semua petugas sektor kesehatan diminta waspada dengan penyakit atau kecelakaan yang mungkin muncul.
Dari sisi pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kemarin menyatakan, mobilitas jutaan masyarakat akan mendongkrak sektor pariwisata. Karena itu, destinasi dan sarana pendukungnya harus dipersiapkan.
”Tidak akan ada pengecekan-pengecekan (hotel, Red). Langsung kami klarifikasi dan kami berikan surat edaran kepada seluruh kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif di 515 kabupaten/kota dan 38 provinsi,” katanya.
Lebih lanjut dia menyatakan, fokus pelaksanaan Nataru tahun ini bergeser dari tahun lalu. Tahun lalu fokusnya adalah kesiapan kesehatan. ”Kali ini fokusnya adalah keselamatan dan keamanan. Fasilitas pariwisata bisa melakukan kegiatan wisata dengan aman, nyaman, dan tentu menyenangkan,” ungkapnya.
Penyelenggaraan event juga sudah diperbolehkan. Termasuk konser musik. Menurut Sandi, konser musik akan menggerakkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
Pada kesempatan lain, Sandiaga mengungkapkan, pihaknya akan berupaya maksimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi tanah air. Termasuk Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). ”Labuan Bajo dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata. Kami menjamin tidak ada kenaikan tarif (masuk TN Komodo),’’ ungkapnya.
Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, hingga November, jumlah kunjungan wisatawan Nusantara ke Labuan Bajo mencapai 155.712 orang. Dengan ragam daya tarik wisata dan ekonomi kreatif serta pembangunan dan penataan kawasan Labuan Bajo oleh pemerintah, minat kunjungan wisatawan ke sana diharapkan semakin meningkat.
”Pada 2022 ini, penataan kawasan dalam Kota Labuan Bajo telah tuntas. Termasuk area terbuka untuk publik. Kemudian, kami akan dilengkapi dengan penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional,’’ jelasnya.
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengungkapkan, minat wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo semakin meningkat. Banyak calon wisatawan yang semula mengurungkan niat berkunjung akhirnya memastikan perjalanannya ke Labuan Bajo. Hal tersebut tak terlepas dengan telah dibatalkannya kenaikan tarif masuk TN Komodo sebesar Rp 3,7 juta.






