Janjian di Medsos Mau Tawuran, 2 Remaja Ini Diciduk

Tawuran (ilustrasi)

Indonesiadaily.net – Media sosial (medsos)  kerap menjadi penghubung bagi para remaja yang hendak melakukan tawuran. Hal itu nampak pada 2 remaja berinisial ILFR (15) dan KB (17). Diketahui janjian akan tawuran, dua remaja tersebut akhirnya diciduk anggota Polres Metro Tangerang.

Kedua pemuda itu menggunakan media sosial (medsos) Instagram untuk saling menantang dan pada akhirnya janjian untuk melakukan tawuran.

Bacaan Lainnya

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, mereka berhasil diamankan di Jalan Anusapati Raya, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang sebelum melakukan tawuran.

“Dua remaja berstatus pelajar ini akan melakukan tawuran dengan cara janjian atau COD ditempat yang sudah disepakati. Aparat Polsek Jatiuwung yang mendapat informasi tersebut langsung datang ke lokasi,” terang Zain dalam keterangannya.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat yang curiga dengan kedua remaja tersebut. Saat ketemu, langsung dilakukan penggeledahan ponsel,” tambahnya.

Benar saja, kata Zain, di salah satu aplikasi Instagram grup dalam HP milik mereka, petugas menemukan percakapan ajakan tawuran dengan kelompok lain di tempat yang sudah mereka disepakati bersama.

Mengantisipasi hal tersebut, kedua remaja itu selanjutnya dibawa ke Mapolsek Jatiuwung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kita panggil orang tua mereka dan pihak sekolah, setelah didata dan diberikan pendampingan unit PPA tentunya dengan melibatkan PPTP2A, keduanya kita kembalikan ke orang tuanya dengan catatan tidak akan mengulangi perbuatannya,” pungkasnya.

Fenomena tawuran menjadi fenomena yang terus terjadi dan sulit dihilangkan dari perilaku remaja. Apalagi dengan adanya media sosial (medsos) saat ini, remaja bisa dengan mudah terpapar dengan berbagai informasi. Entah itu informasi baik ataupun buruk dan mencontohnya. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi para orang tua.

Menurut psikolog, Vera Itabiliana Handojo, mencontoh dari medsos mengenai perilaku tawuran ini adalah hal yang ditakutkan. Tidak semua pelakunya tertangkap, mungkin yang tidak tertangkap itu bisa jadi mereka tiru.

“Kalau di lingkungan keluarga, untuk orang tua perannya adalah menjalin komunikasi yang baik. Intinya dengan sosial media, orang tua perlu tahu di sosial media anaknya apa sih yang terjadi. Tidak hanya sebatas sudah berteman di sosial media, harus lebih dari itu. Cari tahu apa sih akun-akun yang anak ini follow,” saran Vera yang dikutip dari medcom.

Satu hal lain yang perlu dilakukan untuk mencegah anak ikut dalam aktivitas tawuran, menurut Vera adalah dengan mengawasi. Remaja memang perlu diawasi, didampingi, dan perlu diberi alternatif kegiatan yang bisa menyalurkan energi mereka.

“Karena memang masih dalam masa pertumbuhan, masa pubertas, hormon pertumbuhannya juga sedang keluar-keluarnya, energi fisik juga sedang tinggi-tingginya, sehingga mereka juga butuh penyaluran. Apapun itu, intinya mereka diberikan suatu alternatif lain yang lebih positif,” tutupnya.

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *