Ini Alasan Kelabang Suka dengan Kamar Mandi

Indonesiadaily.net – Lipan atau kelabang adalah makhluk yang membutuhkan sumber air konstan untuk bertahan hidup. Air adalah sumber nutrisi utama kelabang. Itulah satu alasan kelabang suka dengan kamar mandi.

Kelabang tidak memiliki kutikula yang menjaga kelembapan, mereka selalu mencari air untuk mengisi kembali cadangannya.

Bacaan Lainnya

Kamar mandimu menyediakan banyak sumber kelembapan yang dibutuhkan kelabang untuk berkembang.

Air yang terciprat ke lantai dan dinding, sisa air di bak mandi dan ember, serta kondensasi dari bak mandi atau shower air panas pada akhirnya menjadikan kamar mandi tempat yang sempurna untuk kelabang tinggal.

Kelabang tidak memiliki banyak kendali internal atas suhu tubuhnya. Artinya, suhu tubuh mereka hanya ditentukan oleh suhu lingkungannya.

Idealnya, kelabang lebih suka berada di tempat yang sejuk. Mereka tidak dapat bertahan hidup di lingkungan dengan suhu yang sangat panas atau dingin.

Dengan insulasi, sistem pendingin udara, dan atap untuk berteduh, rumahmu menawarkan kondisi yang paling baik bagi kelabang untuk bertahan hidup.

Kamar mandi adalah salah satu area yang lebih sejuk di sebuah rumah. Oleh karena itu, kelabang secara mengejutkan tertarik padanya.

Selain suplai air dan kontrol suhu yang konstan, suplai makanan adalah alasan lain yang membuat kelabang suka tinggal di kamar mandi.

Kelabang adalah arthropoda karnivora yang memangsa serangga dan hama lainnya, seperti kutu busuk, kecoa, laba-laba, dan kumbang.

Semua makhluk ini adalah serangga rumah tangga biasa yang sering ditemukan di rumah dan pekarangan.

Jika ada lebih banyak kelabang di rumahmu baru-baru ini, khususnya kamar mandimu, ada kemungkinan besar mangsa mereka meningkat dan kamu akan memiliki lebih dari satu masalah hama untuk diatasi.

 Ruang lembap dan celah kamar mandi menyediakan banyak selulosa, serat, dan jamur yang dapat dicerna oleh serangga lain.

Setelah selulosa, serat, dan jamur menarik serangga, kelabang yang menjadi predator mereka akan mengikuti.
(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *