Didominasi Pria, Pengidap HIV/AIDS di Tangsel Capai 308 Orang

Peringatan HIV/AIDS (Istimewa)

Indonesiadaily.net – Masih dalam rangkaian hari AIDS Dunia, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merilis jumlah Kasus HIV/AIDS di kota metropolitan tersebut yang mencapai 308 kasus.

Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kasus tersebut diakumulasi per Januari sampai November 2022. Menurut Alin penyakit tersebut didominasi oleh laki-laki.

Bacaan Lainnya

“Didominasi kaum laki-laki yang usianya sekitar 25 sampai 49. Usia itu memang produktif,” terang Allin saat dikonfirmasi, Senin (5/12/2022).

Dijelaskan Allin, kasus tersebut terbagi yang diantaranya HIV mencapai 266, sedangkan AIDS 42. Jumlah tersebut mencapai 81 persen.

“Sebagian masyarakat masih mendiskriminasi dan memandang miring pada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHIV). Karena berbagai stigma yang beredar itu, sebagian ODHIV pun kemudian berusaha untuk menyembunyikan sakit yang mereka derita,” terang Allin.

“Akhirnya, mereka pun malu untuk memeriksakan kesehatannya dan berdampak pada peningkatan risiko kematian serta penularan HIV/AIDS di masyarakat,” pungkasnya.

Melansir Kompas.com, hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day diperingati setiap 1 Desember. Peringatan Hari AIDS Sedunia pada tahun ini jatuh pada Kamis (1/12/2022). Peringatan Hari AIDS Sedunia 2022 mengambil tema “Equalize” atau “Menyetarakan”.

WHO menyerukan kepada para pemimpin dan warga dunia untuk dengan berani mengakui dan mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri AIDS; dan menyetarakan akses ke layanan HIV esensial terutama untuk anak-anak. Hari AIDS Sedunia sendiri diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terkait penyakit AIDS.

Sebagai informasi, Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan membuat pengidapnya kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi.

Penyakit ini merupakan stadium akhir dari infeksi Human Immonudeficiency Virus atau HIV.

Hari AIDS Sedunia menjadi semacam peringatan sekaligus dukungan bagi orang-orang yang hidup dengan HIV.

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *