Indonesiadaily.net – Gempa berkekuatan 5,8 mengguncang wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis pagi (8/12/2022). Ini menjadi rentetan panjang aktivitas kegempaan di Jawa Barat dalam beberapa pekan terakhir. Berikut ini beberapa panduan yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi.
Indonesia masuk dalam zona ring of fire yang rawan gempa bumi. Sehingga diperlukan pemahaman jika terjadi gempa.
Mengacu panduan yang dikeluarkan oleh Tokyo Disaster Prevention Information, berikut langkah yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi.
1. Ruang tamu
Ketika berada di ruang tamu, Anda harus berhati-hati agar tidak terjebak di bawah furnitur tinggi yang roboh, atau terluka oleh pecahan kaca dari jendela atau perlengkapan pencahayaan.
Jika merasakan getaran, berlindunglah di tempat yang bisa melindungi diri dari kejatuhan benda atau furnitur dan benda berat lainnya yang terguling atau meluncur ke arah Anda.
Setelah getaran mereda, mulailah bergerak dan kenakan alas kaki seperti sandal bersol tebal untuk melindungi kaki Anda.
2. Dapur
Amankan jalan keluar dengan membuka pintu. Jika Anda sedang memasak, pertama-tama lindungi diri Anda, lalu setelah guncangan berhenti, matikan api dengan tenang.
3. Kamar
Lindungi kepala Anda dengan barang-barang, seperti bantal atau selimut agar tidak langsung terkena pecahan kaca jendela atau lampu langit-langit yang jatuh, dan pindah ke tempat yang aman.
Jika Anda membiasakan diri untuk meletakkan kacamata Anda di dalam kotak kacamata saat Anda pergi tidur, hal ini dapat mencegahnya pecah dan membuat Anda panik.
Setelah getaran mereda, kenakan sandal bersol tebal dan buka pintu untuk mengamankan jalan keluar.
Siapkan senter untuk kemungkinan mati listrik, sehingga Anda dapat bergerak dengan aman
bahkan dalam kegelapan.
4. Lantai kedua
Lantai pertama bangunan lama bisa runtuh dan menimpa Anda, jadi jangan terburu-buru ke lantai pertama.
Jika Anda berada di gedung yang tidak memenuhi standar tahan gempa, putuskan apakah Anda harus melakukannya dan lari keluar sesuai dengan situasi.
5. Toilet
Anda mungkin terjebak di dalam, jadi buka pintu saat merasakan getaran. Jika memungkinkan, pindah ke tempat yang lebih aman, seperti lorong atau depan pintu masuk, sehingga Anda dapat dengan cepat mengungsi.
6. Sekolah
Untuk melindungi diri dari pecahan kaca jendela yang beterbangan dan perlengkapan pencahayaan yang jatuh di ruang kelas, menjauhlah dari jendela, berlindung di bawah meja, berpegangan pada kaki meja, dan tunggu sampai getaran mereda. Jika Anda berada di aula, segera menjauh dari jendela.
Apabila sedang di tangga, pegang pagar agar tidak kehilangan keseimbangan dan jatuh. Saat guncangan berhenti, ikuti instruksi guru dan staf.
7. Stasiun
Lindungi diri Anda dari benda jatuh dan pindah ke kolom terdekat agar Anda tidak jatuh. Jika peron terlalu ramai untuk bergerak, berjongkoklah dan tunggu agar goncangan mereda.
Di stasiun kereta bawah tanah, ada bahaya kepanikan dengan orang-orang yang bergegas naik ke atas tanah.
Tetap di peron dan jangan pernah pergi ke trek. Ikuti instruksi dari staf stasiun setelah goncangan berhenti.
8. Supermarket
Hati-hati terhadap barang-barang yang berserakan di lantai. Gunakan keranjang, belanja, tas, atau barang lain untuk melindungi diri.
9. Gedung teater,aula dan stadium
Di fasilitas tempat banyak orang berkumpul seperti teater, aula, dan stadion, jangan terburu-buru menuju pintu keluar atau tangga darurat.
Dengarkan sistem alamat publik dan ikuti instruksi yang diberikan oleh staf.
10. Gedung tinggi
Semakin tinggi lantai, semakin kuat getarannya. Jika Anda adalah pengunjung di dalam gedung, tetaplah berada di area publik seperti aula lift, berjongkok di dekat tanah, dan dengarkan instruksi.
11. Area pegunungan
Karena ada bahaya terkubur tanah longsor di daerah pegunungan, sebaiknya segera menjauh dari lereng dan tebing.
Perlu diketahui juga bahwa peristiwa seperti gempa susulan dan curah hujan meningkatkan risiko bencana sedimen.
12. Daerah kepulauan dan pesisir
Pada awalnya, tsunami besar dapat mencapai garis pantai dalam hitungan menit.
Panggil orang-orang di sekitar Anda dan segera pindah ke tempat yang lebih tinggi.
Jika tidak ada tempat yang lebih tinggi di area tersebut, evakuasi ke lokasi seperti menara. (*)
Editor : Nur Komalasari






