Bersaing dengan Ridwan Kamil, Elektabilitas Erick Thohir Disebut Meroket Jadi Capres

Indonesiadaily.net – Hasil survey elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon Presiden dalam Pemilu 2024 disebut meroket oleh Indikator Politik Indonesia.

Lewat rilisnya, mereka menghadirkan sejumlah nama selain Erick seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan putra mantan Presiden RI SBY, Agus Harimurti Yudhoyono.

Bacaan Lainnya

Melansir JawaPos.com, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebutkan, kontestasi pada posisi cawapres dinilai lebih dinamis. Salah satu kandidat yang muncul yakni, Menteri BUMN Erick Thohir.

“Bila melihat dari tren waktu ke waktu, elektabilitas dan dukungan masyarakat untuk Erick terus mengalami kenaikan,” kata Burhanuddin, Kamis (1/12).

Menurut dia, nama Erick Thohir memang kerap muncul dalam tren elektabilitas bursa cawapres. Elektabilitas Erick Thohir juga mengalami kenaikan sejak Desember 2021 sampai November 2022, dengan raihan 9,6 persen.

Meski demikian, Erick Thohir berada pada urutan keempat setelah Ridwan Kamil yang meraih 19,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 16,3 persen dan Erick Thohir 9,6 persen.

“Bila dilihat dari tren waktu ke waktu, tampak AHY dan Erick Tohir mengalami kenaikan dukungan sejak Agustus 2022. Nama lain cenderung mengalami penurunan,” pungkas Burhanuddin.

Sebagaimana diketahui, populasi survei merupakan seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang, yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diwawancarai dengan tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *