Indonesiadaily.net – Dikerjakan lebih dari sebulan lalu, proyek saluran drainase di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga mangkrak.
Dari pantauan yang ada, proyek saluran drainase yang mangkrak itu berada di Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Tegal Rotan, Jalan Merpati Raya, Jalan Ki Hajar Dewantoro, dan Jalan Menjangan.
Proyek yang menghabiskan anggaran Rp24,3 miliar itu nampak masih belum selesai setelah lebih dari sebulan dikerjakan.
Banyak galian yang masih belum ditutup beton. Selain itu, air yang mengendap (tidak mengalir) membuat proyek terkesan asal.
Tak sedikit warga yang geregetan dan mengkritik proyek tersebut. Pasalnya, mereka menganggap pembangunan drainase tersebut bisa merugikannya.
Hal itu seperti diungkapkan Rina (33), seorang karyawan swasta yang bekerja di Jakarta, yang setiap hari melewati Jalan Menjangan Ciputat.
Dia geram lantaran pekerja lapangan selalu memarkirkan beko atau alat beratnya di pinggir jalan sehingga memakan seperempat jalan dan membuat kemacetan panjang.
“Menurut saya pembangunan drainase ini asal-asalan banget. Bukan cuma masalah beko itu saja, tapi membuat acak-acakan jalan. Udah gitu lama lagi selesainya. Atau mungkin mangkrak,” ujar warga Bintaro tersebut saat diwawancarai, Senin (14/11/2022).
Parahnya lagi, penggalian drainase seperti tidak memperhatikan batas jalan, sehingga membuat bibir aspal menjadi hancur. Becek dan kotor akibat tanah Merah menambah poin minus dalam proyek tersebut.
Kritik juga datang dari pedagang toko kelontong di dekat proyek Nurohman (42). Menurutnya, pembangunan Drainase tersebut seperti angot-angotan atau lamban.
Pasalnya, petugas di lapangan tidak langsung membetulkan kembali tanah yang sudah digali. Bahkan, kata dia, bahu jalan pun ikut terkena galian sehingga membuat jalan menjadi rusak.
“Bisa dilihat sendiri ya itu masih berantakan. Yang di sebalah sana malah airnya mengendap tidak mengalir. Bahkan drainase belum ditutup sama betonnya itu,” ucapnya.
Diketahui, berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Aldi Urdha yang berdomisili di Kota Serang. Proyek itu juga menelan anggaran APBD sebesar Rp.24,3 miliar.
Sementara saat dikonfirmasi terpisah, pihak Pemerintah Kota baik Kepala Dinas PU maupun Walikota Tangsel tidak memberikan jawaban.(*)
Penulis: Ihya Ulumuddin
Editor: Nur Komalasari






