Viral Lele Keemasan di Medsos, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Indonesiadaily.net – Sebuah video viral di media sosial TikTok yakni penampakan  ikan lele berwarna kuning keemasan. Namun, apakah benar ada lele berwarna emas? Berikut penjelasan ilmiahnya.

Beberapa waktu lalu media sosial sempat dihebohkan dengan video lele berwarna keemasan. Dalam video itu, pengunggah menuturkan bahwa ikan lele tersebut ditemukan di sebuah parit.

Bacaan Lainnya

“Gak sengaja ketemu lele warna keemasan itu pun ketemu di parit. Awalnya saya kirain belut. Dari kecil baru kali ini aku liat lele warnanya kayak gini guys,” tulis pengunggah dalam keterangan video.

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 2,5 juta kali.

Dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Triyanto membenarkan bahwa ikan tersebut merupakan jenis lele, tetapi albino.

“Itu kan lele albino, lele dengan gen pigmen resesif,” kata Triyanto.

Menurutnya, lele lokal (Clarias batrachus) memang memiliki beberapa jenis warna, yaitu albino, belang-belang dan hitam.

Triyanto mengungkapkan, khusus untuk lele albino biasanya berwarna putih atau kekuningan. Kendati demikian, lele albino bisa dimakan seperti lele normal dan tidak berbahaya.

“Lele albino dimakan ya biasa aja, tidak bahaya dan rasanya juga biasa,” jelas dia.

Ia menjelaskan, lele albino biasanya terjadi karena imbreeding atau perkawinan dengan keluarga dekat. Namun perkawinan tersebut juga belum tentu menghasilkan lele albino.

“Karena kawin dengan keluarga dekat secara teoritis akan menyebabkan kemungkinan munculnya gen-gen resesif,” ujarnya.

Habitat lele albino pun sama seperti lele biasanya, yaitu di air tawar, seperti sungai, tambak, dan rawa.

Soal harga, Triyanto menyebut lele albino dibandrol sedikit lebih mahal daripada lele biasa.

“Di Jogja harganya sedkit lebih mahal karena umumnya untuk ikan hias. Bisa mahal kalau ada yang mau beli, tapi umumnya enggak begitu mahal,” tutupnya.

Dikutip dari Animal Diversity, lele merupakan jenis ikan yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Lele menggali ke dalam lumpur selama bulan-bulan dingin dan kering untuk bertahan hidup dalam kondisi cuaca buruk.

Ini mendominasi perairan tropis pada suhu 18 derajat celcius atau lebih, tetapi mentolerir habitat darat dengan suhu antara 0-18 derajat celcius.

Sementara spesies ini ditemukan di banyak kondisi air, berlimpah di perairan rawa, Clarias batrachus dapat bertahan hidup di luar air dan melakukan perjalanan di darat selama insangnya tetap lembab. (*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *