Tertawa Bisa Menular, Tertawa Juga Bisa Berujung Kematian

tertawa bisa berujung kematian

Indonesiadaily.net – Lelucon konyol kerap bisa membuatmu tertawa, bahkan sampai terbahak-bahak. Bahkan kalau sampai kelewat batas, bisa sampai sakit dibagian perut dan ternyata tertawa juga bisa berujung kematian.

Tidak hanya itu saja, mendengar atau melihat aksi konyol dari seseorang seringkali juga bisa menyebabkan sulit berhenti tertawa. Tertawa bisa meningkatkan suasana hati dan menjaga mood seseorang.

Bacaan Lainnya

Benarkah tertawa bisa menular?

Hanya mendengar seseorang tertawa mungkin bisa membuat orang disekitarnya ikut tertawa dan merasa lebih bahagia di dekatnya. Namun, tertawa berlebihan bisa mengantarkan pada dampak negatif yang akan terjadi.

Tertawa akan sangat menyenangkan, tetapi bisa berujung pada mengompol karena tidak bisa menahannya. Yang jadi pertanyaan, apa kaitannya antara tertawa berlebihan dengan mengompo?

Dilansir dari kineticptgreenville, tak bisa menahan cairan saat tertawa disebut sebagai stres inkontinensia urine. Kondisi ini terjadi ketika stres pada dasar panggul yang menyebabkan pelepasan urine.

Manusia memiliki otot di panggul yang berfungsi utama untuk menopang organ panggul, membuka dan menutup saluran keluar untuk buang air kecil dan besar, serta menghasilkan fungsi seksual.

Tertawa berlebihan bisa menyebabkan otot-otot dasar panggul melemah, lelah dan tidak bekerja dengan baik. Hal ini yang menyebabkan tekanan yang cukup tinggi sehingga otot tidak bekerja secara baik untuk menahan air kencing dan bocor ke permukaan.

Penyebab lain dari inkontinensia stres juga bisa disebabkan oleh melemahnya jaringan ikat yang membantu untuk menopang kandung kemih dan uretra yang dilalui oleh urin saat keluar dari tubuh.

Tertawa Bisa Menangkal Stres

Dilansir melalui verywellmind, tertawa dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan, anak yang sehat bisa tertawa sebanyak 400 kali per hari, namun orang dewasa hanya bisa tertawa 15 kali per harinya. Tertawa memiliki banyak manfaat, salah satunya bisa menangkal stres yang kerap dirasakan seseorang ketika dihadapkan oleh beberapa masalah.

Mempengaruhi Hormon

Ketika seseorang tertawa, ia akan mengurangi tingkat hormon stres seperti kortisol, epinefrin, dopamine dan hormon pertumbuhan. Selain itu, tertawa mampu meningkatkan hormon yang penting untuk kesehatan, seperti endorfin. Saat tertawa, jumlah sel penghasil antibodi akan meningkat yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Pelepasan Fisik dan Emosional diri

Tertawa bisa memberikan pelepasan fisik dan emosional diri. Saat kalian tertawa, perut akan melatih diafragma, mengencangkan perut dan melatih otot agar lebih rileks.

Menebarkan Energi Positif

Tertawa dapat mengeratkan hubungan kalian dengan orang lain. Kebanyakan orang percaya, tertawa itu menular dan membawa kebahagiaan. Kalian bisa meningkatkan suasana hati orang-orang di sekitar hanya dengan tertawa bersama. Dengan begitu, energi positif akan tersebar di antara kalian.

Efek Samping Tertawa

Tertawa mungkin bisa menjadi obat penangkal stres, namun jika dilakukan berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan seseorang. Dilansir melalui CBC, penelitian di Inggris mencoba meninjau dari tahun 1946 hingga 2013 untuk mengetahui efek samping tertawa.

Ternyata, tertawa tidak sepenuhnya bermanfaat untuk kesehatan seseorang, bahkan bisa menyebabkan kematian. Terdapat kasus mengerikan dari efek samping tertawa berlebihan, yaitu seorang wanita yang memiliki masalah jantung meninggal setelah tertawa terbahak-bahak.

Selain itu, terdapat masalah dan risiko lainnya, di antaranya penonjolan hernia di bagian perut, tarikan napas yang cepat bisa menyebabkan benda asing terhirup, pemicu asma dan sakit kepala. Tak cukup sampai disitu, para peneliti membuat daftar dampak tertawa berlebihan yang bisa menimbulkan epilepsi.

Hindari Tertawa Berlebihan

Dilansir dari healthline, tertawa bisa menjadi obat terbaik ketika suasana hati sedang tak menentu. Akan tetapi, terlalu banyak tertawa dapat menimbulkan dampak negatif yang mengancam jiwa dan berujung kematian.

Tertawa berlebihan dapat menyebabkan aneurisma otak pecah. Aneurisma otak adalah tonjolan yang terbentuk pada pembuluh darah arteri di otak. Aneurisma yang pecah bisa menyebabkan kerusakan otak, serta peningkatan tekanan di rongga tengkorak.

Tekanan yang meningkat ini bisa mengganggu peredaran oksigen ke otak. Hal ini yang menyebabkan koma dan kematian. Adapun, tanda-tanda aneurisma otak pecah yang meliputi, sakit kepala secara tiba-tiba, muntah, penglihatan menjadi kabur, kebingungan dan terlalu peka terhadap cahaya.

Namun, terkadang aneurisma otak tidak terdiagnosis. Mungkin kalian tidak menyadari memiliki penyakit satu ini. Oleh karena itu, hindarilah tertawa berlebih guna menjauhi pemicu pecahnya aneurisma otak dan berujung kematian. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *