Soal Polemik SDN Pondok Cina 1, Pengamat Hingga LSM Kompak Bilang Begini

Diskusi digelar tentang polemik SDN Pondok Cina 1. (Istimewa)

Indonesiadaily.net – Pengamat Kebijakan Publik Aris Munandar menyebut, relokasi SDN Pondok Cina 1 yang berada di pinggir Jalan Margonda tidak bisa dihindarkan karena petimbangan keamanan dan kenyamanan.

Hal tersebut disampaikan dirinya dalam diskusi publik membahas polemik pemindahan SDN Pondok Cina 1 bertajuk ‘Polemik SDN Pondok Cina 01 : Dinamika dan Solusi’, di Kelurahan Kalimulya, Kota Depok belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Sebagai informasi, relokasi sekolah tersebut direncanakan menjadi tempat pembangunan masjid agung yang desainya telah dibuat oleh Gubernur Jawa Barat.

Aris menilai, adanya kepentingan kelompok dan politik saat masalah ini menyeruak, karena itu, Dinas Pendidikan harus membuka komunikasi yang baik dengan orang tua siswa.

“Sebagai sebuah kebijakan publik (bangun masjid) bagaimanapun adalah keputusan politik. Pastinya ada resistensi. Tidak selalu sejalan. Komunikasi yang baik, untuk Dinas Pendidikan memberi jaminan pendidikan tetap berjalan, “terang dia.

Ketua Pandawa Lima (gabungan lima ormas), Ajazih Azis, mendukung sekali adanya masjid agung di Kota Depok. Bahkan, ide ini sudah ada sejak empat tahun lalu, sejak pandawa lima ada. “Inilah saatnya sekarang. Makanya pandawa lima mendukung penuh,” beber dia.

Walau demikian, ia meminta agar para siswa juga tidak boleh sampai terlantar. Misalnya dalam proses laglitas sekolah. Seperti diketahui, nantinya jika proyek pembangunan masjid jadi, maka geudng SDN Pondok Cina 1 akan dirubuhkan.

“Nanti bagaimana soal ijazahnya. Tetap pakai SDN Pondok Cina 1 atau tidak. Tolong diperhatikan. Intinya, pembangunan masjid lanjut, tapi anak-anak tidak boleh sampai terlantar,” ujar Ketua Forkabi Kota Depok ini.

Di tempat yang sama, Ketua LSM Kapok, Kasno menuturkan, beberapa OKP, Ormas, LSM, dan warga yang hadir dalam diskusi, menghendaki pembangunan masjid agung tetap berlangsung.

Kemudian, merger atau relokasi sekolah itu tetap berjalan. “Namun disini ada kami untuk mengimbau kepada pihak-pihak yang memang sengaja mempolitisasi atau menunggangi terkait dengan polemik SDN Pondok Cina 1. Tolong sadarlah bahwa kita berkeinginan membangun kota Depok yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi,” terang dia. (*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *