Indonesiadaily.net – Berdasarkan data terbaru yang ada, rumah rusak akibat gempa yang terjadi di Cianjur sudah mencapai 58.049 bangunan.
“Yang dinyatakan rusak berat 25.186, sedangkan untuk rusak sedang 12.496, adapun untuk rusak ringan 20.367 rumah,” kata Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen Fajar Setyawan dilansir dari JawaPos.com.
Rumah yang rusak mengakibatkan 73.693 orang harus mengungsi sejak hari pertama gempa mengguncang Cianjur.
Selain itu, infrastruktur lain yang turut terdampak juga turut rusak, ada sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga gedung perkantoran.
“Infrastruktur yang rusak untuk sekolah 368, tempat ibadah 144, Fasilitas Kesehatan 14, gedung atau perkantoran 16,” ungkap Fajar.
“Selanjutnya, Kecamatan yang terdampak 16 Kecamatan atau 146 desa,” pungkasnya.
Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu per pukul 17.00 WIB bertambah hingga 318 orang. Hal itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi persnya di pusat posko bencana, Kantor Bupati Cianjur.
“Dapat kami sampaikan bahw update sampai dengan hari ini korban jiwa yang meninggal dunia jumlah 318 orang,” ujar Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen Fajar Setyawan kepada wartawan, Sabtu (26/11).
Hasil pencarian korban hilang akibat gempa tersebut juga menurut Fajar, per hari ini ditemukan 8 jiwa baru. Sedangkan untuk korban hilang ataupun masih dalam status pencarian berjumlah 14 jiwa dari 24 jiwa.
“Dngan rincian 24 jiwa dikurangi 8 pencarian hari ini atau ditemukan dan 2 korban (yang ditemuka) di warung Shinta yang kemarin warga Cijedil,” terangnya.(*)
Editor: Nur Komalasari





