Indonesiadaily.net – Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto beranggapan, apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tangani krisis pandemi Covid-19 adalah sebuah kesuksesan.
“Harus kita juga akui, harus kita beri penghargaan kepada Presiden kita, Pak Joko Widodo. Beliau telah memimpin (penanganan) krisis itu dengan tenang, dengan sejuk, memikirkan rakyat yang paling bawah. Itu saya saksi di kabinet. Saya saksi,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan, bahkan Jokowi pun berani ambil sikap sampai tidak bisa diintervensi pihak luar seperti menerapkan karantina wilayah (lockdown) untuk tangani krisis. Jokowi menolak untuk menerapkan kebijakan tersebut, karena nantinya akan berdampak pada nasib rakyat kecil.
“Semua negara, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) terus menekan pemerintah kita, lockdown, lockdown, lockdown. Banyak negara ikut lockdown besar-besaran. Beliau bertahan. Saya ingat beliau pernah bertanya, ‘Menhan, kalau kita lockdown semua, rakyat kita makan apa?’” ungkap Prabowo.
“Rakyat kita yang ojol itu, kan, hidup dari hari ke hari. Yang tukang sate, tukang bakso, tukang yang jualan kaki lima, hidupnya dari hari ke hari. Pekerja-pekerja kita upahnya harian, kalau lockdown, dia makan apa? Beliau (Jokowi) bertahan. Alhamdulillah kita diakui lima negara terbaik, kita termasuk negara terbaik penanganan COVID dari 200 negara,” lanjut Prabowo.
Padahal, ungkap Prabowo, seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengalami kepanikan luar biasa pada awal merebaknya Covid-19. Lantaran, belum ada vaksin dan obat-obatan untuk menyembuhkan pasien sekaligus mencegah penularan.
“Waktu di awal-awal, bulan pertama, semacam bisa dikatakan kepanikan atau kekhawatiran yang sangat besar karena di awal-awal memang berbahaya. Kita belum punya vaksin yang kuat waktu itu, kita belum tahu obat mana yang cocok untuk itu, sehingga banyak saudara-saudara kita, kawan-kawan kita, sekarang tidak bersama kita lagi,” tuturnya.
Prabowo pun mengajak masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi dalam pengendalian pandemi. “Marilah kita sebagai bangsa, sebagai umat Islam, berani menghargai orang yang benar, menghargai kebaikan, menghargai prestasi apa pun,” imbuhnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






