Peran Kemitraan UMKM dan BUMN untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

BUMN Waskita 1
Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP Daerah Pemilihan Jawa Barat V/Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin.

Indonesiadaily.net – Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT. Waskita Karya (Persero) Tbk mengadakan sosialisasi tentang perannya dalam bidang konstruksi yang memiliki kepedulian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di The Camp Ciampea.

Dalam sosialisasi tersebut, turut hadir pula Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PPP Daerah Pemilihan Jawa Barat V/Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin.

Bacaan Lainnya

Elly menjelaskan, semenjak berdiri tahun 1961 Waskita Karya terus konsisten dengan visinya, yakni menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. Dengan salah satu misinya memperhatikan kepedulian sosial dan keseimbangan lingkungan dalam aktivitas bisnis perusahaan.

“Ada berbagai manfaat dari pembangunan yang diperankan oleh Waskita Karya. Seperti membangun 1.300 KM jalan tol, berbagai bendungan, kelistrikan, bangunan gedung, bandar udara, dan jalur perkeretaapian,” ucap Elly.

BUMN Waskita 2

Salah satunya adalah keberadaan jalan Tol Trans Jawa (Jakarta–Surabaya) yang dibangun Waskita, sehingga kini dapat memangkas waktu tempuh dari 20 jam menjadi 12 jam. Lalu ada lagi, Jalan Tol Trans Sumatera (Bakauheni–Palembang) memangkas waktu tempuh dari 12 jam menjadi 6 jam. 

“Waktu tempuh yang lebih singkat tersebut dapat menurunkan biaya pengiriman logistik khususnya biaya bahan bakar dan menjaga kualitas komoditas yang dikirim,” tutur Elly.

Tidak hanya fisik jalan saja, tetapi salah satu BUMN ini juga berperan dalam pembangunan bendungan seperti bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Gondang di Jawa Tengah, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, dan lainnya. Hal itu bermanfaat sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air, sumber irigasi, sumber air bersih dan pengendali banjir.

“Waskita Karya juga sedang membangun jaringan transmisi di Sumatera yang bertujuan untuk mengalirkan listrik dari pembangkit listrik tenaga batu bara di bagian selatan ke bagian utara pulau Sumatera,” jelasnya.

Kemudian, pada sektor bandar udara, telah membangun beberapa bandara seperti Terminal 1, Terminal  2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dan bandara lainnya untuk menampung peningkatan jumlah pergerakan pesawat perhari, peningkatan jumlah penumpang perhari, dan peningkatan pergerakan kargo perhari.

Selain di dalam negeri, Waskita juga mengerjakan proyek di luar negeri seperti Mataf Masjidil Haram di Arab Saudi, Abu Dhabi Financial Center, Legend Plaza Residential Apartment di Uni Emirat Arab, Bandara Suai di Timor Leste.  

“Saya berharap Waskita Karya terus berkiprah dalam pembangunan nasional. Juga terus menggandeng usaha rakyat, UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *