Ketahui Asupan Protein yang Tepat untuk Diet Efektif

Ilustrasi diet (pixabay)
Ilustrasi diet (pixabay)

Indonesiadaily.net – Asupan protein yang pas memiliki peran penting ketika Kamu ingin menurunkan berat bedan. Alasan itu juga yang membuat protein menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan ketika ingin menambah masa otot.

Berdasarkan penelitian yang ada, mengonsumsi 25-30 persen total kalori harian dari protein bisa meningkatkan metabolisme tubuh hingga 80-100 kalori/hari. Selain itu, protein yang pas dapat mengurangi rasa lapar.

Bacaan Lainnya

Melansir dari Alodoc, untuk mengurangi berat badan, protein yang dibutuhkan adalah total kalori harian x 0.075. Contohnya, orang yang mengkonsumsi kurang lebih 2.000 kalori/hari disarankan untuk mengonsumsi protein setidaknya 150 gram/hari.

Diet ini termasuk dalam diet tinggi protein dimana mereka yang menjalankannya mengonsumsi protein dalam jumlah besar dan hanya sedikit karbohidrat. Pola makan diet tinggi protein mencakup makan daging, ikan, produk susu, kacang-kacangan dan polong-polongan, telur, serta sayuran yang relatif kaya protein, seperti asparagus dan bayam.

Orang yang menjalani diet tinggi protein akan mengurangi asupan karbohidrat dan juga membatasi makanan olahan, roti, permen, dan nasi. Menerapkan diet tinggi protein tidak selamanya baik, soalnya mengonsumsi makanan tinggi protein dalam waktu lama dapat menyebabkan beban asam yang lebih tinggi untuk ginjal.

Berikut adalah beberapa pilihan protein yang sangat baik untuk diet tinggi protein, yaitu telur, potongan daging sapi yang lebih ramping, dada ayam, dada kalkun, kacang-kacangan, udang, biji-bijian, seperti biji labu, kacang tanah, dan almond. Kemudian untuk ikan kamu bisa mengonsumsi salmon, flounder, dan haddock. Selain itu, roti gandum whey atau protein nabati, sayuran seperti buncis, produk susu, seperti yoghurt, susu sapi, atau keju, juga tinggi akan protein.

Jika kamu menjalani diet protein, ada jenis makanan yang sebaiknya dihindari seperti produk yang mengandung gula rafinasi, seperti permen, makanan yang dipanggang, dan soda, makanan yang diproses, serta makanan yang mengandung pemanis buatan dalam jumlah berlebihan.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *