20Indonesiadaily.net – Pesta yang digelar di sebuah gedung yang berada di Jalur Gaza Utara, Palestina berubah menjadi petaka setelah kebakaran menghanguskan bangunan tersebut.
Akibatnya 21 orang dikabarkan tewas dalam insiden tersebut. Hal ini juga menjadi kejadian paling mematikan baru-baru ini selain dari aksi kekerasan dari konflik Israel dan Palestina.
Petugas pemadam kebakaran setempat harus berjibaku memadamkan api lebih dari satu jam untuk bisa mengendalikan api besar yang menyembur melalui lantai atas sebuah bangunan perumahan berlantai empat di kamp pengungsi Jabalia yang padat penduduk di Jalur Gaza utara.
Seperti dilansir dari Sindonews.com, saksi mengatakan mereka dapat mendengar teriakan, tetapi mereka tidak dapat membantu orang-orang di dalam karena intensitas api. Ambulans membawa beberapa orang yang terluka ke rumah sakit setempat.
Israel, yang bersama Mesir mempertahankan blokade di Jalur Gaza, mengatakan akan mengizinkan mereka yang membutuhkan perawatan medis.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa sejumlah besar bensin telah disimpan di lokasi tersebut, memicu kobaran api, yang dengan cepat melahap bangunan tersebut.
Gaza, yang diperintah oleh Hamas dan di bawah blokade Israel-Mesir yang melumpuhkan, menghadapi krisis energi parah. Orang sering menyimpan gas untuk memasak, solar, dan bensin di rumah sebagai persiapan menghadapi musim dingin.
Sebelumnya juga sempat terjadi kebakaran rumah yang disebabkan oleh lilin dan kebocoran gas. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut insiden itu sebagai tragedi nasional dan mengatakan akan ada hari berkabung.(*)
Editor: Nur Komalasari






