Jurus Pemerintah Redam Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru

Harga pangan Jelang Nataru (ilustrasi)

Indonesiadaily.net – Pemerintah mempersiapkan diri  meredam kenaikan harga pangan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemerintah mempunyai cara jitu mengendalikan kenaikan harga tersebut.

Untuk meredam kenaikan harga, pemerintah meminta pemerintah daerah (pemda) menggunakan dana daerah untuk mendukung keperluan logistik. Hal ini juga merupakan salah satu upaya meredam kenaikan inflasi di akhir tahun nanti.

Bacaan Lainnya

“Ada beberapa daerah yang belum menggunakan dana tersebut. Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) akan membuat surat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menambahkan dana tersebut bisa dimanfaatkan. Dia menekanka beberapa hal yang menjadi catatan bahwa ke depan inflasi ini perlu ditangani secara lebih baik agar pertumbuhan ekonomi kita bisa berkualitas.

Airlangga juga menyampaikan arahan lainnya kepada daerah untuk melakukan perluasan kerja sama antar daerah (KAD) intra kawasan guna mengurangi disparitas harga dan mendistribusikan pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Selain itu, optimalisasi pelaksanaan operasi pasar atau bazar pangan murah maupun ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) juga perlu dilakukan untuk memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholders.

Airlangga juga meminta daerah dapat memanfaatkan platform perdagangan digital untuk memperpendek rantai pasok dan mempermudah akses ke konsumen. (*)

Sementara itu Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta pemerintah waspadai lonjakan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP IKAPPI Ahmad Choirul Furqon mengatakan saat ini sudah ada sejumlah kenaikan pada beberapa komoditas seperti harga daging ayam dan telur dan tomat.

“Kenaikan tomat bahkan sudah mencapai 2 – 3 kali lipat dari harga normal,” kata Furqon seperti dikutip kontan.

Furqon mencontohkan, harga tomat di Semarang saat ini mencapai Rp. 21. 000 – 22.000 per kg, dan di Kabupaten Tuban sudah mencapai Rp 12.000 per kg-Rp 14.000 per kg.

“Ini menjadi signal bagi pemerintah agar segera melakukan kebijakan strategis,” tambah Furqon.

Sementara menurut Furqon, mengatakan beberapa komoditas lain masih menunjukkan tren harga yang stabil.

Pemerintah perlu mewaspadai kenaikan harga pangan agar tidak sampai membuat inflasi tinggi.

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *