DMC DD Terjunkan Tim Respon Cepat Bantu Korban Gempa

Indonesiadaily.net – Disaster Management Center (DMC) DD mengirimkan kendaraan taktis dan armada medis menuju lokasi terdampak gempa bumi di wilayah Cianjur.

Diberitakan sebelumnya gempa bumi guncang wilayah Cianjur dengan kekuatan 5,6 magnitudo dan tingkat kedalaman 10 kilometer, dirasakan hingga wilayah Jakarta.

Bacaan Lainnya

Adapun guncangan gempa mencapai wilayah Cianjur, Garut, Sukabumi, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah, Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI.

“Kami segenap keluarga besar Dompet Dhuafa turut berduka cita atas apa yang terjadi pada saudara-saudara kita yang ada di Cianjur,” ujar Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmad Riyadi pada Selasa (22/11 2022).

Di sisi lain, Haryo Mojopahit Chief Executive DMC Dompet Dhuafa mengatakan, Dompet Dhuafa mengirimkan dua armada yakni Alpa dan Beta. Pihaknya akan fokus pada evakuasi dan pelayanan kesehatan darurat.

“Adapun di lokasi tim Dai Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa) yang sedang melakukan pelatihan kebencanaan langsung berinisiatif untuk terjun ke wilayah terdampak yakni di Desa Cikondang,” katanya.

Haryo Mojopahit menyampaikan, Dompet Dhuafa akan terus memberikan kabar terbaru kondisi terdampak gempa bumi di Cianjur.

“Mari panjatkan doa untuk keselamatan dan perlindungan Allah SWT bagi penyintas terdampak gempa bumi. Serta berikan semangat bagi para pegiat kemanusiaan yang terjun membantu penanganan darurat gempa bumi,” ungkapnya.

Sementara itu dikutip dari kompas.com, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, skala gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022) siang sebenarnya tidak terlalu besar.

Namun, gempa bermagnitudo 5,6 itu menimbulkan kerusakan signifikan karena berjenis tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

“Karakteristik shallow crustal earthquake sangat dangkal. Jadi memang energinya itu dari pusat yang dipancarkan, yang diradiasikan ke permukaan tanah itu masih kuat,” kata Daryono.

Selain itu, kata Daryono, struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa. Banyak sekali rumah yang dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa karena menggunakan besi tulangan atau semen standar.

Lokasi permukiman penduduk yang berada di daerah tanah lunak juga menyebabkan resonansi gelombang gempa yang akhirnya mengamplifikasi atau memperbesar dampak getaran gempa.

Belum lagi, di daerah perbukitan atau lereng, rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan parah lantaran topografi wilayah tersebut tidak stabil.

Daryono menjelaskan, gempa Cianjur dipicu oleh pergerakan sesar Cimandiri. Dalam sejarahnya, daerah-daerah di sekitar sesar Cimandiri kerap diguncang gempa, termasuk yang berkekuatan besar.

Penulis : Ibnu Galansa
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *