Dikira Sariawan, Perempuan Ini Ternyata Alami Hal Tak Terduga Hingga Kehilangan Separuh Lidah

Lidah manusia (pixabay)
Lidah manusia (pixabay)

Indonesiadaily.net – Hal yang dikira merupakan sariawan biasa ternyata membuat perempuan yang satu ini kehilangan setengah dari lidahnya. Hal itu lantaran dirinya mengalami tumor pada bagian lidah.

Perempuan yang bernama Charlotte Webster Salter (27)  yang pada awalnya menyangka jika hal yang dia rasakan pada 2018 silam itu hanya karena sariawan.

Bacaan Lainnya

Melansir Suara.com, Saat pergi menemui dokter gigi karena luka di lidahnya, disebutkan adanya ketidaknyamanan saat gigi bungsunya tumbuh.

Tapi bukannya menghilang borok kembali muncul di tempat yang sama selama dua tahun berikutnya, bahkan meski setelah giginya diluruskan dan ditambal berdasarkan saran dokter giginya.

“Saya terus mengingkarinya. Dalam pikiran saya, itu hanya karena saya stres dan kelelahan, termasuk karena ia mabuk dan banyak mengonsumsi makanan pedas,” ujar Salter mengutip Insider, Rabu (3/11/2022).

Lalu ia akhirnya dirujuk ke spesialis telinga, hidung dan tenggorok alias THT pada Februari 2021, karena lidahnya sampai mengalami lesi putih yang menyakitkan, dan ternyata dokter menemukan adanya tumor di lidahnya.

Hasil pengujian juga mengungkap bahwa Slater memiliki karsinoma sel skuamosa, yakni kanker yang tumbuh dengan lambat dapat terjadi di lapisan mulut dan tenggorokan.

Apalagi kanker mulut bisa menyerang pengguna tembakau dan minuman alkohol. Kanker ini juga menurut American Cancer Society paling banyak terjaid pada lelaki di atas 55 tahun.

“Ada stereotip untuk kanker mulut, saya diberitahu ‘oh, kamu terlalu muda’. Jadi orang berpikir yang mendapat kanker mulut hanya lelaki tua yang merokok lebihd ari 50 kali sehari, tapi kenyataanya ini tidak,” ungkap Salter.

Selanjutnya di Juni 2022, Salter menjalani operasi pengangkatan tumor di lidahnya. Setelah 9 jam tindakan operasi, dokter juga memotong sebagian lidahnya, dan menggantinya dengan penutup kulit yang terbuat dari otot pahanya sendiri.

“Dalam satu hal, saya merasa beruntung karena diketahui tepat waktu. Saya adalah kasus yang jarang terjadi karena saya masih sangat muda,” tutup Salter.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *