Badai PHK Massal Serang Amazon Pekan Ini, Jumlahnya Nggak Main-main

Ilustrasi amazon. Pada pekan ini perusaan tersebut dikabarkan akan melakukan PHK massal. (Pixabay)

Indonesiadaily.net – Setelah Meta dan juga Twitter, Amazon dikabarkan juga akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal pada pekan ini.

Jumlah perkiraan PHK yang dilakukan perusahaan tersebut mencapai 10.000 karyawan. Jika hal tersebut benar, PHK ini menjadi yang terbesar dilakukan perusahaan tersebut selama mereka eksis.

Bacaan Lainnya

PHK yang dilakukan tersebut dilakukan sebagai upaya meminimalisir dampak perusahaan karena investasi berlebihan yang merka lakukan. Selain itu PHK juga dilakukan setelah mereka melakukan perekrutan pekerja belum lama ini.

Melansir Suara.com, selain efisiensi, tujuan PHK massal yang dilakukan Amazon kemungkinan untuk membuat perusahaan fokus pada bisnis perangkat perusahaan (yang mencakup banyak produk bertenaga Alexa), sumber daya manusia, dan unit ritelnya.

Sebagai pengingat betapa besar pertumbuhan Amazon, Times mengatakan, 10.000 pekerja akan mewakili 3 persen dari jajaran perusahaan perusahaan dan 1 persen dari keseluruhan tenaga kerjanya.

Baru-baru ini, ada indikasi bahwa Amazon mungkin memikirkan kembali menjadikan Alexa dan perangkat pihak pertama sebagai prioritasnya.

“Kami optimis tentang masa depan Alexa hari ini seperti sebelumnya, dan itu tetap menjadi bisnis penting dan area investasi untuk Amazon,” kata juru bicara Amazon Brad Glasser kepada The Verge minggu lalu.

Pernyataan ini sebagai tanggapan atas laporan dari The Wall Street Journal. yang mengatakan perusahaan sedang “menimbang perubahan” dalam bisnis perangkat.

Unit tersebut telah mencatat kerugian operasi sebesar 5 miliar Dolar AS dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan ekonomi AS sendiri telah menyebabkan raksasa teknologi secara signifikan memperlambat laju perekrutan mereka atau membekukannya sama sekali.

Mirip dengan Meta, Amazon melihat momentum rekor selama fase awal pandemi covid dan berinvestasi berlebihan berdasarkan rekor keuntungan tersebut.

Pada awal November, Amazon mengatakan akan “menghentikan perekrutan tambahan baru dalam tenaga kerja korporat kami”.

Seperti catatan Times, perusahaan baru saja menggandakan batas gajinya untuk karyawan perusahaan awal tahun ini.

PHK perusahaan tersebut kemungkinan akan lebih diperhitungkan dan belum tentu akan dirasakan dalam saluran produk perusahaan yang akan datang.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *