Indonesiadaily.net – Setyowati, guru dari SMAN 6 Depok ini mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan dengan menjadi salah satu dari 18 guru di Indonesia yang berkunjung ke Provinsi Gangwon, Korea Selatan dalam program Korean e-Learning Improvement Coorporation.
Setyowati mengatakan, program kunjungan tersebut dilangsungkan dari tanggal 15 – 22 Oktober 2022 dengan melihat proses pendidikan di semua jenjang pendidikan, seperti dari SD, SMP, SMA sampai ke dunia institut pendidikan yang ada di provinsi Gangwon.
“Awalnya ada pelatihan dahulu untuk guru-guru. Pesertanya tidak hanya untuk guru dengan latar belakang ilmu teknologi, karena materi yang disasar bisa diaplikasikan untuk semua pelajaran,” ucapnya.
Setyowati menuturkan, dalam program kerjasama Dinas Pendidikan Provinsi Gangwon dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut, yang pertamakali didatangi adalah SD Pyeongwon yang ada di Kota Wonju.
“Pembelajaran yang diterapkan di jenjang SD tersebut sudah memanfaatkan teknologi, yakni pembelajaran programing dasar. Dimana, siswanya membuat program alogaritma brankas pintar,” katanya.

Tidak berhenti disana, Setyowati lalu mendatangi Sekolah Menengah Gangwon. Ini Diibaratkan kalau di Indonesia adalah jenjang pendidikan SMP. Tidak jauh berbeda dengan jenjang SD, di jenjang SMP ini siswa lagi-lagi dilibatkan dengan teknologi dalam pembelajaran.
Siswa diberikan materi tentang aplikasi untuk membuat desain 3D, lalu desain tersebut akan dicetak dengan mesin printer 3D. Bahkan, ada juga siswa yang mencoba membongkar komputer atau drone lalu mendesain lagi dari alat yang mereka bongkar tersebut.
“Ini masih linier dengan materi sewaktu siswa tersebut di SD, yakni membuat program dari aplikasi yang sama,” katanya.
Pembelajaran berkaitan berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya. Setyowati mengatakan, dirnya berkesempatan untuk mendatangi Sekolah Menengah Teknik Cuncheon. Di sekolah tersebut, ditunjukan kelas komputer yang menggunakan cuting laser untuk mencetak apa yang sudah diprogramkan sebelumnya.
Di Sekolah Menengah Teknik Cuncheon tersebut ada beberapa jurusan, seperti teknik mesin, teknik komputer, teknik elektro, teknik sipil, dan jurusan robotik.
“Di jurusan robotik, siswanya sudah membuat program robotik untuk menyeleksi barang-barang di ekspedisi,” katanya.
Masih sejalan dengan pendidikan-pendidikan sebelumnya, di Insitut Science and Information yang didatang di Setyowati, mereka yang ikut dalam program di institut tersebut mencoba untuk menerapkan ilmu-ilmu teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Di institut tersebut, berfokus pada bidang matematika, sains, dan perkembangan informasi teknologi,” jelasnya.
Ada satu institut lagi yang disambangi dalam kegiatan tersebut, yakni Institut Education and Carierr. Di tempat tersebut Setyowati menuturkan, isinya adalah siswa-siswa yang dilihat dari kemampuan bakatnya. Jadi, mereka diberikan perhatian khusus sesuai dengan minat dan bakat yang ingin dicapainya ke depan.
“Misalkan ada yang ingin jadi polisi, maka selama menjalani pendidikan di Institut mereka mendapatkan pelatihan sesuai dengan fokus minat bakatnya. Sangat beragam isinya,” katanya.
Dari perjalanannya beberapa hari di Provinsi Gangwon, Setyowati berkesimpulan, intinya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkredibel serta memiliki kualitas yang mumpuni, harus dipersiapkan sedari mereka di jenjang pendidikan dasar.
“Jadi ada saling keterkaitan antara pendidikan di jenjang satu dengan jenjang yang berikutnya dan sesuai juga dengan kebutuhan dunia industri,” jelasnya.
Setyowati pun akan mencoba menerapkan beberapa hal yang didapatkannya selama di Provinsi Gangwon di SMAN 6 Depok. Terutama dalam hal memanfaatkan teknologi yang ada sekarang ini untuk materi pelajaran di sekolah.
“Memang yang menjadi perhatian khusus adalah tentang sarana prasarana penunjangnya pembelajaran. Karena itu sangat mempengaruhi perkembangan pembelajaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Depok, Siti Faziah menuturkan, pihaknya memang sangat mendukung segala yang bisa meningkatkan kompetensi guru. Karena tentunya hal tersebut bisa berdampak pada kemajuan dunia pendidikan.
“Dari awal rencana Setyowati berangkat ke Korea Selatan saya sangat mendukung. Tetapi tentunya dengan harapan ada ilmu yang bisa didapat dan bisa diterapkan di SMAN 6 Depok,” jelasnya.
Siti Faziah berharap, Setyowati bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk SMAN 6 Depok. Karena, berdasarkan penjelasan yang didapatnya dari Setyowati selama di Korea Selatan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sangat penting.
“Dimulai dari SMAN 6 Depok, dan bisa berkembang sehingga bisa menjadi contoh untuk sekolah lainnya dalam memajukan dunia pendidikan,” katanya. (*)
Editor : Pebri Mulya






