Indonesiadaily.net – Masjid di beberapa kawasan Provinsi Ningxia dan Xinjiang dibongkar dan mengalami perubahan bentuk. Itu sesuai dengan instruksi dari Presiden China, Xi Jinping agar masjid di negaranya harus bernuansa China.
Dikutip dari BBC, dalam pidatonya di Kongres Partai Komunis China, Xi Jinping menegaskan, agama-agama di China harus “berorientasi kepada China”.
Struktur-struktur bangunan yang mengarah pada citra Arab tentang Islam kini digantikan struktur yang lebih estetis ala China. Seperti, kubah diganti dengan serupa fasad pagoda.
Pada 2018, pemerintah kota kecil Weizhou berencana membongkar masjid karena masjid tidak memiliki izin mendirikan bangunan, sehingga dianggap ilegal. Namun, penduduk Weizhou yang mayoritas Muslim Hui mengambil alih masjid tersebut dan akhirnya bangunan tersebut terselamatkan.
Dalam prosesnya, masjid itu tidak dihancurkan, tetapi diubah menjadi gaya China. Menara dan kubahnya diganti dengan pagoda ala China.
Kebijakan itu sudah digaungkan Jinping sejak tahun 2021. Sinifikasi berarti mengubah keyakinan agama, keyakinan, praktek, dan ritual sesuai dengan budaya dan masyarakat Cina.
Dikutip dari RFA, konferensi yang diselenggarakan oleh United Front Work Department PKC pada 2019 menyebut dalam lima tahun pertama sinifikasi untuk Islam akan berfokus mewajibkan masjid menegakkan “nilai-nilai inti sosialisme, budaya tradisional, hukum dan peraturan.
Masjid-masjid itu memiliki tugas membimbing, memobilisasi dan menginspirasi Muslim Cina dengan ceramah dan sesi pelatihan tentang topik-topik sinifikasi itu. (*)
Editor : Pebri Mulya






