Indonesiadaily.net – Beredar di media sosial tentang kehadiran pesulap hijau. Dia dibahas lantaran diduga mencabuli puluhan ibu muda di pedalaman Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Aceh.
Pesulap hijau tersebut diduga mencabuli korban dengan modus pengobatan alternatif.
Staf Operasional Lembaga Badan Hukum (LBH) Banda Aceh, Farah, dalam video yang beredar di medsos itu mengatakan, dari puluhan ibu muda yang menjadi korban pencabulan pensulap hijau, ada lima orang yang melaporkan ke pihaknya.
Farah menjelaskan, sasaran korban pencabulan ibu muda berusia 25 hingga 30 tahun itu mayoritas yang suaminya bekerja di luar daerah. Aksi dukun hijau tersebut pun diketahui sudah berlangsung lima tahun.
Farah menjelaskan, pengobatan dilakukan BY terhadap pasien, berawal pelaku mengganti baju dan memakai serban warna hijau. Awalnya, pasien diobati menggunakan air putih.
Namun, pengobatan ketiga dan keempat, BY menghubungi pasien untuk memberitahukan bahwa korban pilihan waliyullah supaya segera menikah dengan pelaku.
Kata Farah, sejumlah korban sempat menolak ajakan pesulap hijau. Namun, pesulap hijau tiba-tiba menemui korban, sekaligus memegang kepala korban.
Saat itu lah, korban terperangkap dalam bujuk rayu BY.
Farah menjelaskan, jika korban tidak bersedia berhubungan badan, maka pasien akan bertambah sakit.
Ia juga mengancam membunuh keluarga korban secara ghaib.
Sarah menambahkan, pesulap nyaris mencabuli dua gadis berusia 19 hingga 20 tahun, tapi gagal dilakukan.
Farah menyatakan kasus itu telah dilaporkan ke Polres Pidie.
Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rangga Setiadi STrK, menjelaskan, Reskrim Polres Pidie telah menangani dugaan pencabulan dilakukan dukun berinisial BY.
“Benar, kita menangani kasus dugaan pencabulan di Padang Tiji. Saat ini, sudah enam saksi kita periksa sejak kasus itu dilaporkan,” ujarnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






