Indonesiadaily.net – Aremania dikabarkan telah memberikan somasi kepada Presiden Jokowi atas terjadi tragedi Kanjuruhan di Malang pada Sabtu (1/10). Hal ini mendapat respon dari Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini.
Menurut Faldo, semua pihak dapat memberikan somasi, Pemerintah kata dia menghormati apa yang dilakukan Aremania.
“Soal somasi, kami hormati. Setiap pihak punya hak,” kata Faldo dilansir dari Suara.com pada Rabut (5/10).
Menurut dia, pendukung sepak bola saat ini tengah mengalam duka serta luka yang dalam akibat kejadian yang menewaskan 131 orang itu.
Dia mengatakan, pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF untuk mengusut penyebab terjadinya kerusuhan hingga menelan korban jiwa.
“Bagi kami, di tengah suasana duka ini, ingin bekerja untuk melihat masalah ini lebih dalam, untuk perbaikan-perbaikan yang bisa kita lakukan bersama,” tuturnya.
Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10) lalu berbuntut panjang. Peristiwa itu dikecam banyak pihak akibat represi aparat yang dinilai terlalu berlebihan terhadap pendukung klub sepak bola Arema FC.
Alhasil, ratusan orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kabar terakhir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, jumlah korban tewas sudah mencapai 131 orang.
Sebagaiman diberitakan, ratusan suporter tewas setelah kerusuhan antar pendukung sepakbola Arema FC dan Persebaya Surabaya pecah pada Sabtu malam (1/10).
“Dalam kejadian itu ada 127 orang meninggal, dua diantaranya anggota Polri, ” papar Nico.
Dirinya menjelaskan, dari total korban meninggal, 34 orang tewas di dalam stadion, sedangkan sisanya meninggal di rumah sakit.
Saat berita ini ditulis, selain suporter yang tewas tercatat ada 180 orang yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Para korban yang meninggal, diduga mengalami sesak nafas dan terinjak-injak saat kerusuhan berlangsung.(*)
Editor: Nur Komalarasi






