Indonesiadaily.net – Asam urat cukup mengganggu aktivitas, apalagi ketika terjadi peradangan. Untuk mencegah itu penderita asam urat harus menghindari konsumsi makanan tinggi purin. Makanan pantangan apa saja itu yang harus dihindari?
Purin atau purina merupakan zat alami dalam makanan yang dapat berubah menjadi asam urat dalam tubuh.
Dikutip dari Healthline, yang dilansir dari kompas.com beberapa makanan atau pantangan penderita asam urat terutama yang tinggi purin, dapat membantu mencegah asam urat kambuh, selain tetap mengonsumsi obat.
Namun, ada pengecualian pada sayuran tinggi purin. Jenis makanan ini dianggap tetap aman dikonsumsi meski mengandung purin.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran tinggi purin belum terbukti memengaruhi kadar asam urat, seperti dikutip Live Strong.
Alasannya beragam, mulai dari kandungan purin sayuran tidak setinggi daging, jenis purin yang spesifik, hingga nutrisi lain dalam sayuran, seperti antioksidan dan fitokimia dapat mengimbangi potensi bahaya dari purin.
Meski sayuran tinggi purin dianggap aman, masih ada beberapa makanan tinggi purin yang jadi pantangan penderita asam urat berikut ini.
Organ dalam daging atau yang dikenal juga dengan sebutan jeroan, pantangan penderita asam urat.
Dikutip dari Medical News Today, jeroan mengandung purin yang tinggi. Ada juga kekhawatiran terhadap racun yang mungkin terkandung di dalamnya, khususnya hati dan ginjal.
Pasalnya, jeroan berperan sebagai filter awal untuk kemungkinan racun yang masuk ke dalam tubuhnya.
Bukan hanya pengidap diabetes, penderita asam urat juga harus menghindari makanan dan minuman tinggi gula.
Dikutip dari Healthline, fruktosa merupakan salah satu jenis gula yang harus dihindari.
Fruktosa termasuk jenis gula alami yang bisa ditemukan pada buah dan madu. Namun, gula ini juga bisa dibuat dari jagung.
Biasanya, sirup jagung fruktosa mengandung 55 atau 42 persen fruktosa, sementara sisa bahannya adalah glukosa dan air.
Fruktosa dipecah dalam tubuh usai dikonsumsi. Pada saat yang sama, purin juga dilepaskan sehingga asam urat mulai diproduksi, membentuk kristal yang menyakitkan pada persendian yang menyebabkan asam urat.
Fruktosa yang terdapat dalam buah juga membuat konsumsi jus buah sebaiknya dibatasi untuk penderita asam urat.
Sebuah studi pada 2010 mempelajari bahwa risiko asam urat 41 persen lebih tinggi pada perempuan yang minum jus jeruk setiap hari.
Tanpa perlu waktu lama, fruktosa dapat menghasilkan asam urat dalam beberapa menit setelah dikonsumsi.
Selain fruktosa, minuman ringan bersoda yang dimaniskan dengan gula juga harus dihindari penderita asam urat.
Studi pada 2008 oleh Arthritis Foundation menunjukkan bahwa pria yang minum dua atau lebih minuman bersoda manis setiap hari memiliki risiko 85 persen asam urat lebih tinggi.
Kebanyakan jenis kacang termasuk makanan rendah purin, kecuali kacang polong. Makanan ini sebaiknya dihindari penderita asam urat.
Dikutip dari Live Strong, kacang polong mengandung 50-150 miligram purin per 100 gram takarannya.
Kacang polong bisa tetap dikonsumsi dengan pola makan tertentu. Misalnya, dimakan bersama makanan rendah purin, menghindari konsumsi bersamaan dengan sajian tinggi purin lainnya.
Meski kandungan purinnya tidak setinggi jeroan, jenis daging merah sebaiknya tidak sering dikonsumsi penderita asam urat.
Dikutip dari Web MD, jenis daging merah yang harus dihindari adalah daging sapi, rusa, dan bison untuk menjaga kadar asam urat.
Bila ingin mengonsumsi daging, sebaiknya pilih jenis daging putih, seperti ayam yang aman dimakan penderita asam urat.
Makanan yang cepat meningkatkan gula darah, seperti roti tawar, kue kering, dan kue basah, juga harus dihindari penderita asam urat.
Pasalnya, semakin cepat makanan tersebut meningkatkan gula dalam darah, semakin cepat juga meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh.
Karbohidrat olahan ini boleh saja tetap dikonsumsi. Namun, harus dibarengi dengan saran dokter dan sajian rendah purin lain.
Minuman anggur dianggap aman dikonsumsi sesekali oleh penderita asam urat, tetapi tidak dengan bir.
Bir tidak baik untuk penderita asam ura karena dapat meningkatkan kadarnya sebesar 6,5 persen.
Bahkan, bir nonalkohol juga memengaruhi peningkatan kadar asam urat sebesar 4,4 persen. (*)
Editor : Nur Komalasari






