Indonesiadaily.net – Perjalanan menggunakan kereta api selain cepat juga bisa menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Apalagi jika bisa melihat keindahan gunung ketika berada diatas. Di Jawa Barat ternyata masih ada tiga stasiun kereta api tertinggi. Apa sajakah itu?
Stasiun Nagreg adalah stasiun tertinggi yang berada di Kabupaten Bandung dan memiliki ketinggian 848 meter dari permukaan laut.
Berada di bawah Daerah Operasi II Bandung, Stasiun Nagreg adalah stasiun kelas III atau stasiun kecil. Dikutip dari heritage.kai.id, stasiun ini mempunyai tiga jalur, tetapi hanya dua yang aktif.
Dilansir dari direktoripariwisata.id, Stasiun Nagreg beroperasi sejak 1890. Sebagai stasiun tertinggi, gradien medan di sebelah barat maupun timur dari stasiun ini tergolong cukup curam.
Gradien di sisi barat mencapai 15 per mil, yang artinya setiap 1 kilometer jalur kereta api akan naik atau turun setinggi 15 meter. Sementara itu, gradien sisi timur berkisar 5-15 per mil.
Kemudian ada stasiun Lebak Jero di Kabupaten Bandung. Stasiun kelas III ini terletak di ketinggian 818 meter dari permukaan laut.
Sebagai stasiun kecil, Stasiun Lebak Jero bukan menjadi tempat pemberhentian kereta api jarak jauh. Stasiun ini hanya disinggahi oleh kereta api penumpang lokal relasi Purwakarta-Cibatu atau dikenal dengan sebutan Simandra.
Dikutip dari heritage.kai.id, yang unik dari Stasiun Lebak Jero adalah lintasan rel di stasiun ini melengkung, seperti membentuk kurva S.
Adapun rel langsirnya merupakan yang terpendek di Jabar karena hanya dapat memuat lima gerbong.
Yang menjadi daya tarik stasiun ini adalah pemandangan sekitarnya yang indah. Maka tak jarang Stasiun Lebak Jero menjadi salah satu lokasi favorit bagi railfans untuk mengabadikan momen kereta api melintas di stasiun ini.
Selanjutnya ada stasiun Cipeundeuy. Stasiun ini disebut juga stasiun sakti karena berbagai kelas wajib berhenti di sana.
Dilansir dari heritage.kai.id, semua kereta api yang melintas di jalur tersebut wajib berhenti untuk pemeriksaan rem atau penambahan lokomotif. Hal ini dilakukan lantaran melewati jalur terjal selepas Stasiun Cipeundeuy.
Berlokasi di Desa Cinagara, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Stasiun Cipeundeuy berada di ketinggian 772 meter di atas permukaan laut.
Ketika kereta api berhenti, petugas akan mengecek pengereman dan rangkaian kereta. Pengecekan wajib dilakukan karena yang masuk ke Stasiun Cipeundeuy telah melewati tanjakan yang cukup curam dan bakal melintasi turunan yang terbilang tajam.
“Sehingga harus dilakukan pemeriksaan guna memastikan pengereman dan rangkaian siap dan aman untuk melalui lokasi tersebut,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo . (*)
Editor : Nur Komalasari






