Indonesiadaily.net – Kanker vagina umumnya ditandai dengan pendarahan setelah berhubungan seksual. Meski termasuk penyakit langka, namun wanita perlu ketahui apa itu kanker vagina dan tanda-tanda penyakitnya.
Mengutip Cleveland Clinic, Anda berusia di atas 60 tahun atau memiliki HPV memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker vagina.
Penyakit ini termasuk kanker langka. Sekitar 1 dari 100.000 wanita didiagnosis menderita kanker vagina.
Kanker vagina yang dimulai di vagina disebut sebagai kanker vagina primer.
Penyakit ini juga bisa berasal dari bagian tubuh lain, seperti serviks dan rahim. Kanker vagina ini lebih umum terjadi.
Mengutip Cleveland Clinic, kanker vagina dini mungkin tidak menimbulkan tanda apapun. Seiring perkembangannya, tanda-tanda kanker vagina bisa muncul sebagai berikut.
Pendarahan vagina setelah berhubungan seksual, pendarahan vagina setelah menopause, keputihan yang encer, berdarah, atau berbau busuk, nyeri saat berhubungan, benjolan atau massa yang terlihat di vagina Anda, buang air kecil yang menyakitkan atau sering merasa ingin buang air kecil, sembelit atau tinja berwarna hitam, merasakan keinginan untuk buang air besar saat usus Anda kosong, nyeri panggul.
Mengutip American Cancer Society, jika kanker vagina sudah mencapai satadium lanjut mungkin tanda-tandanya bisa disertai dengan pembengkakan di kaki dan sakit punggung.
Memiliki tanda-tanda di atas tidak selalu berarti Anda menderita kanker vagina.
Faktanya ini lebih mungkin disebabkan oleh sesuatu selain kanker, seperti infeksi.
Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang menyebabkan masalah yang Anda alami ini adalah menemui profesional kesehatan.
Profesional kesehatan umumnya dapat mendeteksi kanker vagina bahkan ketika tubuh Anda tidak menunjukkan ada sesuatu yang salah.
Sehingga, penting bagi wanita melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara teratur.
Mengutip American Cancer Society, jika Anda mengalami tanda-tanda kanker vagina beberapa tes perlu Anda lakukan untuk memastikannya.
Tes yang diperlukan untuk mendiagnosis kanker vagina meliputi Pap smear menunjukkan ada atau tidaknya sel abnormal. Jika ada sel abnormal tes lebih lanjut akan diperlukan.Kolposkopi jika Pap smear dilakukan dan menunjukkan sel-sel abnormal, Anda akan memerlukan tes yang disebut kolposkopi, yang bisa melihat kondisi dinding vagina dan permukaan serviks lebih jelas. Biopsi memastikan kanker vagina dengan mengambil bagian kecil dari jaringan yang dicurigai kanker.Tes pencitraan dapat dilakukan setelah diagnosis kanker vagina. Tes ini dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kanker vagina Anda dan melihat apakah telah menyebar. Rontgen dada dilakukan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke paru-paru Anda. (*)
Editor : Nur Komalasari






