SMPN 27 Depok Kuatkan Nilai-nilai Toleransi

kuatkan nilai-nilai toleransi
Kepala SMPN 27 Depok, Agus Purwanto memberikan santunan ke siswa yatim dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H.

Indonesiadaily.net, Kota Depok – Kuatkan nilai-nilai toleransi, itu yang ingin diajarkan atau ditanamkan dengan digelarnya Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah di SMPN 27 Depok, Senin 17 Oktober 2022.

Dimana, dalam satu hari itu, SMPN yang berlokasi di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok mengadakan tiga kegiatan agama, yakni Maulid Nabi untuk siswa agama Islam, kebaktian dan latihan persiapan Natal untuk siswa beragama Kristen, dan ada juga kegiatan untuk siswa beragama Hindu.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 27 Depok, Agus Purwanto mengatakan, konsep tersebut sesuai dengan tema dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni ‘Bentuk generasi berakhlak mulia sebagai benteng utama menghadapi era digitalisasi 4.0’.

Siswa-siswa SMPN 27 Depok sedang berlatih persiapan menjelang perayaan Hari Natal 25 Desember.

“Tidak hanya tentang siswa yang pintar, tetapi juga tentang pembentukan karakter, salah satunya adalah menghormati dan menghargai yang merupakan bagian dari kuatkan nilai-nilai toleransi,” ucapnya.

Agus menjelaskan, Maulid Nabi Muhammad SAW adalah tokoh agama Islam yang sangat berpengaruh di dunia. Ada banyak hal yang bisa dipelajari atau ditiru dari Nabi Muhammad SAW, salah satunya adalah hidup sosial dengan toleransi.

“Di kegiatan Maulid Nabi pun semua siswa terlibat dalam persiapannya, tidak hanya siswa beragama Islam saja. Itu adalah bentuk toleransi beragama,” katanya.

Ditempat yang sama, Kabid SMP di Dinas Pendidikan Kota Depok, Joko Soetrisno menuturkan, ada tiga dosa di dunia pendidikan. Pertama adanya bullying atau perundungan di sekolah. Ini yang kerap masih terjadi, baik dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja. 

kuatkan nilai-nilai toleransi
Siswa SMPN 27 Depok yang beragama Hindu sedang melakukan Darmagita.

Kedua adalah pelecehan seksual. Tentunya ini permasalahan serius, oleh karena itu jika terjadi langsung komunikasikan dengan orang tua serta sekolah.

Sedangkan dosa besar ketiga, adalah intoleransi. Ini adalah bagian pembentukan karakter, tentang memberikan kepemahaman keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Semua permasalahan tersebut, tentunya harus menjadi perhatian semua pihak. Karena, setiap orang memiliki perannya masih-masing dalam menciptakan generasi masa depan Indonesia yang berkarakter,” jelasnya.

Dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, ada juga santunan untuk 12 siswa yatim di SMPN 27 Depok. Sedangkan yang menjadi penceramahnya adalah Syekh Ahmad Afif. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *