Sandiaga Uno Ingatkan Pengelola Wisata soal Cuaca Ekstrem

Indonesiadaily.net – Potensi bencana alam menjadi hal yang diingatkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kepada pelaku usaha destinasi wisata di musim penghujan saat ini.

Terutama kata Sandiaga pengelola wisata di lokasi yang memang rawan bencana, seperti wisata yang menawarkan kegiatan outdoor dan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Destinasi wajib waspada potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang akibat cuaca ekstrem, khususnya yang memiliki aktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, juga destinasi di daerah lereng-lereng yang berpotensi bencana tanah longsor,” ujarnya seperti yang dikutip Antara.

Ia berharap pengelola pariwisata untuk menjaga setiap destinasi dan desa wisata, sehingga kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif tetap berjalan dengan aman serta nyaman.

Menparekraf juga meminta pengelola dan seluruh pihak terkait mempersiapkan diri untuk menggali informasi serta mengikuti pelatihan menangani curah hujan tinggi yang dapat berpotensi menimbulkan longsor.

“Kami berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan tim SAR (search and rescue) setempat dan kita sudah membentuk tim manajemen krisis Kemenparekraf yang bekerja sama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan SOP manajemen krisis kepariwisataan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pantai Gemah yang menjadi objek wisata unggulan di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami rusak parah akibat banjir disertai longsor yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (10/10) malam.

Namun peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan bangunan di kawasan pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan itu tergolong parah.

Selain itu objek wisata Otak Kokok Joben yang ada di Lombok Timur juga mengalami kerusakan usai dihantam banjir pada Jumat (7/10/2022). Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. (*)

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *