Punya Satu Pegawai, Bank Ini Jadi yang Terkecil di Dunia

ilustrasi uang yang disimpan di dalam bank (pixabay)
ilustrasi uang yang disimpan di dalam bank (pixabay)

Indonesiadaily.net– Mempercayakan uang untuk disimpan di dalam bank telah menjadi hal yang umum saat ini. Kepercayaan sesorang atau instansi untuk menyimpan bank membuat banyak lembaga penyimpan uang tumbuh dan hidup hingga saat ini.

Keberadaan bank juga ada dimana pun, mulai dari kota kecil, hingga metropolitan. Namun, tidak hanya tempat penyimpan uang yang sukses dan menjadi besar, bank yang satu ini cenderung tidak biasanya, karena berada di pelosok dan terbilang kecil.

Bacaan Lainnya

Bank kecil bernama Raiffeisenbank Gammesfeld tersebut terletak di sebuah desa kecil Gammesfeld, di selatan Jerman.

Bahkan, saking kecilnya bank ini, hanya membutuhkan satu orang untuk mengoperasikannya. Raiffeisenbank Gammesfeld adalah sebuah bank kecil di desa dengan sekitar 500 penduduk.

Diberitakan Emirates 24/7, bank ini menjadi salah satu dari 10 bank terkecil di Jerman berdasarkan simpanan uang. Selain itu, Raiffeisenbank Gammesfeld juga menjadi satu-satunya bank yang dijalankan hanya oleh satu orang.

Sebenarnya, bank kecil sejenis ini cukup mendominasi lembaga perbankan di Jerman. Mereka umumnya menawarkan pinjaman terbatas kepada pelanggan bisnis lokal.

Namun, jumlahnya menyusut dari sekitar 7.000 bank pada 1970-an menjadi sekitar 1.100 pada 2013.
Adapun Raiffeisenbank Gammesfeld, berdiri pada 1890 dengan nama Spark-und Loan Bank Gammesfeld
Bank ini baru memiliki komputer pada 2012, dan masih mempertahankan telepon jadul berputar.

Dilansir dari Südwest Presse, pada akhir 1980-an, otoritas pengawas perbankan mencabut izin operasional Raiffeisenbank Gammesfeld.

Pasalnya, mereka menganggap bahwa prinsip empat mata (four eyes principle) dalam perbankan tidak bisa diterapkan hanya dengan satu orang.

Akibatnya, cucu pendiri, Fritz Vogt, diancam dengan hukuman penjara tiga tahun karena mengoperasikan perbankan ilegal.

Namun pada 1990, Pengadilan Administratif Federal di Berlin memutuskan bahwa bank ini legal untuk beroperasi tanpa dua karyawan atau lebih.

Saat ini, Raiffeisenbank Gammesfeld dikelola oleh Peter Breiter. Pria ini senantiasa melayani nasabah termasuk menulis slip-slip transaksi secara manual dengan tulisan tangan. Sehari-hari, pekerjaan Breiter melibatkan penyediaan uang tunai bagi penduduk desa untuk kebutuhan mereka.

Selain itu, ia juga mengatur pinjaman kecil untuk berbagai bisnis lokal di sekitar kawasan. Sebagai satu-satunya pekerja, Breiter turut membersihkan gedung berlantai satu tempat bank beroperasi.

Menurut Breiter, dirinya mengelola Raiffeisenbank Gammesfeld pada 2008. Sebelumnya, ia bekerja sebagai bankir di bank yang lebih besar.

Namun demikian, ia mengaku tak menyesal dan justru menganggap bahwa keputusan mengelola bank terkecil di dunia ini sebagai keputusan terbaik yang pernah dibuat.

Diberitakan Handelsblatt (26/1/2009), bank terkecil ini nyaris menjadi korban perampokan pada Januari 2009.Sekitar pukul 23.30, Breiter tengah mengambil dokumen dari bank sebelum dua pria menyergap di pintu belakang. Kedua perampok berusaha mendorong Breiter untuk kembali masuk ke bank, tempat brankas uang tunai berada.

Namun, Breiter lebih sigap mendorong salah satu perampok dan memukulnya di bagian kepala. Mereka yang terkejut pun langsung melarikan diri.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada Mei 2006, saat bank dikelola oleh Fritz Vogt. Saat itu, perampok membuat istrinya pingsan dan menodongkan pistol ke arah lehernya. Kendati demikian, Fritz Vogt berusaha bernegosiasi selama satu setengah jam dengan kata-kata lembut tanpa membuka brankas.

Ajaibnya, perampok yang kelelahan kabur menuju ladang dengan membawa 600 euro dari kotak kas kecil.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *