Indonesiadaily.net – Video mengenai Program Keluarga Harapan/Bantuan Pangan Non-Tunai (PKH/BPNT) yang diterima oleh seseorang yang memiliki rumah toko megah di Pemalang beredar di media sosial.
Video tersebut beredar di Twitter dan diunggah oleh akun @henky_kik pada Kamis 29 September 2022.
“Kok iso yaa, piyee ikih @anakdesaid,” tulis sang pemilik akun.
Dari informasi yang dihimpun, rumah sekaligus toko kelontong megah dengan cap “Keluarga Sangat Miskin/Prasejahtera penerima PKH/BPNT” itu diketahui berada di Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Kepala Desa Bulakan Sigit Pujiono, Sabtu 1 Oktober 2022, membenarkan rumah toko yang ada dalam unggahan tersebut merupakan rumah salah satu warganya di Dukuh Karang RT 2/8.
“Rumah itu sudah dinilai layak atau sudah mampu, sebelum penandaan (minggu kemarin) kita berupaya meminta supaya yang bersangkutan membuat surat mundur dari penerima BPNT, tapi tidak mau, ya akhirnya temboknya dicap,” terangnya.
Sigit juga mengakui kejadian tersebut menjadi buah bibir warga lainnya.
“Kami sudah mengingatkan, lebih elok mengundurkan diri, karena nanti dipandang tetangga enggak baik. Tapi enggak mau, katanya, ‘Biarin aja, Pak’. Ya sudah kita cap sambil menunggu untuk pengajuan pendataan graduasi,” ujarnya.
Sigit mengungkapkan, kasus ini hanyalah satu dari sekian banyak penerima manfaat di Desa Bulakan yang sudah masuk kategori mampu secara ekonomi, tetapi tidak mau mengundurkan diri.
“Tapi, ya banyak juga yang sadar dan mengundurkan diri. Besok dari Dinas Sosial sama pendamping PKH juga akan turun untuk menangani masalah itu,” tandasnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






