Napi di Lapas Kediri Tewas setelah Dikeroyok, Tiga Orang Jadi Tersangka

Ilustrasi penganiayaan (foto: pixabay)

Indonesiadaily.net – Diduga menjadi korban pengeroyokan, seorang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri meregang nyawa.

Hal ini dibenarkan Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi. Dia menjelaskan, saat ini sejumlah saksi telah diperiksa terkait kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

”Benar kejadiannya Sabtu (29/10). Korban dikeroyok teman sesama napi,” ungkap dia, dilansir JawaPos.com, Senin (31/1/2022)

Dari kasus ini, Kepolisian telah menetapkan tiga orang narapidana sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berujung pada tewasnya korban.

”Anggota telah melakukan penyelidikan dan keterangan saksi. Dan ini kami tetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ujar Wahyudi.

Polisi belum bisa memberikan pernyataan lebih detail terkait dengan kasus itu. Sebab, saat ini masih pemeriksaan para tersangka. Hal itu termasuk apakah tahanan mereka nanti bertambah, menjadi keputusan pengadilan.

Sementara itu, Bagian Hubungan Masyarakat Lapas Kelas II A Kediri Anton Prabowo Wicaksono membenarkan jika ada napi yang tewas menjadi korban pengeroyokan. Korban berinisial M, warga Kabupaten Kediri.

Dia menjelaskan kejadian itu pada Sabtu (29/10) siang. Petugas yang rutin melakukan pemeriksaan ruangan dan saat itu suasana hening. Namun, petugas menilai ada gerak-gerik mencurigakan sehingga langsung menuju ke Blok B10, yang merupakan lokasi napi khusus narkoba. Di lokasi itu, ditemukan korban sudah dalam keadaan kritis.

Saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala, bahkan kepalanya benjol. Korban dibawa ke klinik di lapas kemudian dibawa lagi ke RS Bhayangkara, Kota Kediri. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

”Korban ini mengalami luka di bagian kepala. Jadi, ada darah dan bengkak. Korban kami bawa ke RS Bhayangkara siang itu juga dan meninggal di rumah sakit,” terang Anton.

Pihak lapas koordinasi dengan Polres Kediri Kota terkait dengan kejadian itu. Dari hasil pemeriksaan awal, kejadian pengeroyokan itu berawal dari ejekan. Namun, soal apa, dia belum tahu pasti. Saat ini pihak lapas lebih intensif lagi dalam melakukan pengawasan dengan memperketat penjagaan.

”Kami lebih perketat penjagaan. Ada CCTV yang terpasang di setiap blok. Untuk tindakan lapas, kami sudah serahkan ke polisi (kasus pengeroyokan hingga korban tewas),” ucap Anton Prabowo Wicaksono.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *