Namanya Paling Banyak Disebut, DPP PPP Sebut ‘Wabah’ Ganjar Menjangkiti Kader

Indonesiadaily.net – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo disebut menjadi figur yang banyak didukung oleh kader Partai Persatuan Pembangunan atau PPP. Hal tersebut diamini oleh Ketua DPP PPP Achmad Baidowi.

“Ya wabah Ganjar disebut di beberapa provinsi. Namun demikian kami belum putuskan,” jelas dia dilansari dari Suara.com.

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan jika wajar  kadernya di bawah telah menyuarakan nam calon capres yang mereka inginkan. Semua keinginan kader nantinya ditampung dan akan dibahas di tingkat DPP.

“Namanya aspirasi dari bawah silakan saja. Nanti DPP akan memutuskan. Ketika DPP memutuskan maka semua kader harus mengikuti,” ungkapnya.

Awiek menyampaikan, DPP PPP baru akam memutuskan soal pencapresan lewat forum Musyawarah Kerja Nasional atau Mukernas. Namun, menurutnya waktunya sendiri belum ditentukan.

“Forumnya forum Mukernas atau pun Rapimnas tentu forum itu akan kami pilih apa yang akan kami gunakan untuk pengambilan keputusan tersebut,” tuturnya.

Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Jawa Timur menghasilkan keputusan usulan calon Presiden 2024. Nama Ganjar Pranowo jadi yang teratas diusulkan masing-masing perwakilan DPC PPP se-Jawa timur.

“Ada 10 nama calon presiden yang kami usulkan ke DPP. Saya tidak menghitung terbanyak, tapi nama Ganjar (Pranowo) yang paling banyak disebut,” kata Wakil Ketua DPW PPP Jatim Mujahid Ansori.

Mujahid menyebut setidaknya ada 10 nama yang diusulkan sebagai Capres dalam mukerwil DPW PPP Jatim. Selain Ganjar, nama Khofifah hingga Plt Ketum PPP Mardiono juga masuk.

Ke-10 nama tersebut adalah Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Muhamad Mardiono, Erick Tohir, Sandiaga Salahudin Uno, Mahfud MD, Yahya Cholil Staquf, Haidar Nasir, dan Taj Yasin.

“Itu usulan resmi, ya, dari DPW PPP Jatim setelah menerima usulan yang diambil dari zona DPC. Nama-nama ini sesuai usul DPC yang kami bagi sesuai zona. Ada zona Matraman, zona Arek, dan zona Tapal Kuda-Madura,” jelas dia.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *