Indonesiadaily.net – Salah satu layanan Microsoft, yakni Microsoft Office berganti nama menjadi Microsoft 365.
Namun, perubahan tersebut tidak untuk layanan Microsoft lainnya, seperti Excel, Word atau PowerPoint.
“Aplikasi mobile Office dan aplikasi Office di Windows akan berubah menjadi aplikasi Microsoft 365,” kata Microsoft di website resminya seperti dikutip The Verge.
Perubahan menjadi Microsoft 365, tentunya akan berdampak pada ikon dan tampilan dengan adanya penambahan beberapa fitur-fitur terbaru.
Para pengguna Microsoft 365 kelak akan menemukan layanan-layanan utama seperti Word, PowerPoint, Excel, Teams, Outlook, Loop, Stream dan Designer di dalam aplikasi tersebut.
Microsoft akan melakukan penyesuaian harga langganan layanan Microsoft 365 dan Office 365 untuk paket langganan bisnis dan perusahaan. Namun, kenaikan harga tersebut hanya berlaku untuk pelanggan bisnis dan perusahaan. Harga paket perorangan dan edukasi tidak mengalami perubahan.
Corporate Vice President for Microsoft 365, Jared Spataro mengatakan, kenaikan harga Microsoft 365 dan Office 365 adalah penyesuaian harga pertama kali sejak selama satu dekade terakhir.
“Sejak diluncurkan satu dekade lalu, Office 365 telah berkembang menjadi lebih dari 300 juta kursi komersial berbayar. Sepanjang jalan, kami terus berinvestasi kembali untuk memenuhi perubahan kebutuhan pelanggan kami,” ungkap Spataro.
Jared juga mengatakan, kenaikan harga ini juga mencerminkan peningkatan nilai dan inovasi yang telah diberikan Microsoft selama 10 tahun terakhir.
Berikut ini adalah tarif berlangganan baru dari Microsft 365 dan Office 365 yang berlaku pada 1 Maret 2022 seperti dikutip ZDNet.
Microsoft 365 Business Basic = Dari 5 dollar AS (sekitar Rp 72.000) naik menjadi 6 dollar AS per bulan (sekitar Rp 86.000).
Microsoft 365 Business Premium = Dari 20 dollar AS (sekitar Rp 288.000) naik menjadi 22 dollar AS per bulan (sekitar Rp 316.000).
Microsoft 365 E3 = Dari 32 dollar AS (sekitar Rp 460.000) naik menjadi 36 dollar AS per bulan (sekitar Rp 518.000).
Office 365 E1 = Dari 8 dollar AS (sekitar Rp 115.000) naik menjadi 10 dollar AS per bulan (sekitar Rp 144.000).
Office 365 E3 = Dari 20 dollar AS (sekitar Rp 288.000) naik menjadi 23 dollar AS per bulan (sekitar Rp 331.000).
Office 365 E5 = Dari 35 dollar AS (sekitar Rp 504.000) naik menjadi 38 dollar AS per bulan (sekitar Rp 547.000).
Untuk layanan Microsoft 365 E5 harga berlangganannya masih tetap sama yakni 57 dollar AS per bulan (sekitar Rp 821.000).
Meski diklaim baru pertama menaikkan harga, Microsoft sudah menaikan harga berlangganan untuk layanan buatannya. Microsoft 365 Business Basic misalnya, harga langganan tahunan layanan ini sempat naik 12 dollar AS (sekitar Rp 172.800). Kemudian layanan Microsoft 365 E3, tarifnya juga naik menjadi 48 dollar AS per tahun (sekitar Rp 691.000).
Alasan lain kebijakan perubahan tarif berlangganan itu untuk menyamai harga layanan mereka dengan produk pesaing dan Microsoft juga mengklaim telah menambahkan lebih dari 1.400 fitur baru layanan Office 365 satu dekade terakhir. (*)
Editor : Pebri Mulya






