Leadership dan Maulid Nabi Fokus Hari Santri di SMKN 2 Depok

SMKN 2 Depok 1
KH. Ahmad Rifky Umar Barayis atau yang biasa disebut dengan Ustad Lancip sedang menyampaikan tausiah dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 2 Depok, Senin 31 Oktober 2022.

Indonesiadaily.net, Kota Depok – Masih dalam suasana Hari Santri, SMKN 2 Depok mengadakan serangkaian kegiatan untuk siswanya. Dimana, pada akhir kegiatannya diadakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah, Senin 31 Oktober 2022.

Ketua Panitia Perayaan Hari Santri, Fakhrurrozi mengatakan, dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut, yang menjadi penceramahnya adalah KH. Ahmad Rifky Umar Barayis atau yang biasa disebut dengan Ustad Lancip.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah kegiatan pamungkas dari serangkaian kegiatan Hari Santri di SMKN 2 Depok,” katanya.

Sementara siswa muslimnya mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, siswa yang beragama Kristen mengikuti kegiatan kebaktian di ruangan bersama dengan guru-gurunya.

SMKN 2 Depok
Siswa SMKN 2 Depok yang beragama Kristen sedang melakukan kebaktian.

Fakhrurozzi menuturkan, sebelumnya selama hari Sabtu di tiga pekan diadakan kegiatan Islamic Leadership Workshop. Jadi, selama tiga pekan tersebut, setiap kelas mengirimkan 10 siswanya untuk mengikuti berbagai macam materi workshop.

“Di pekan pertama ada kegiatan leadership, yakni tentang bagaimana memiliki mental pemimpin,” katanya.

Selanjutnya di hari Sabtu pekan kedua, materi yang diberikan adalah public speaking dan entrepreneur. Lalu di hari Sabtu pekan ketiga ada materi tentang kajian spesial muslimah, khusus untuk siswa perempuan.

“Lalu di hari terakhirnya diadakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Depok, Yudi Hernawan mengatakan, ini baru pertamakalinya diadakan serangkaian kegiatan di momen Hari Santri, dan dikolaborasikan juga dengan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai puncak acaranya.

“Semoga saja dari serangkaian kegiatan tersebut, siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih. Tidak hanya sekedar akademik saja, tetapi keilmuan dari segi agama dan sosialnya pun semakin terbentuk,” jelasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *