Kisah Perkawinan Sedarah yang Membuat Satu Kelurga Mengalami Kelainan

keluarga perkawinan sedarah

Indonesiadaily.net – Viral di jagat dunia maya tentang adanya keluarga yang melakukan perkawinan sedarah. Fenomena tersebut, terjadi Kota Odd, Pedesaan West Virginia, Amerika Serikat.

Alhasil dari pernikahan sedarah tersebut, ada beberapa anggota keluarga yang memiliki kelainan mental dan fisik. Diantara anggota keluarga Whitaker tersebut ada Lorraine, Ray, Timmy yang terkena cacat mental. Ray bahkan tak bisa berbicara dan hanya bisa mendengus.

Bacaan Lainnya

“Beberapa anggota hanya berkomunikasi melalui gerutuan dan tidak dapat berbicara. Beberapa tidak bersekolah,” demikian laporan The Sun.

Mark Laita, menjadi orang yang mengungkap keberadaan keluarga perkawinan sedarah dalam bukunya yang ditulis dengan judul Created Equally, rilis 2004 silam. Sampai akhirnya cerita keluarga perkawinan sedara tersebut viral.

Mark Laita dalam sebuah podcast bercerita, saat kedatangannya pertama kali dirinya tidak mendapatkan sambutan hanggat dari keluarga Whitaker. Itu adalah sebuah hal gila yang pernah dia lakukan.

Tak lama berselang, seorang tetangga di sekitar kediaman Whitaker kemudian mendadak muncul, ‘mengamuk’ dengan membawa senapan. Ia mengancam Laita jika tidak meninggalkan keluarga Whitaker.

Setelah proses panjang berdiskusi dengan tetangga yang protektif melindungi keluarga Whitaker, Laita akhirnya diperkenankan masuk dan mempublikasikan apa yang terjadi dengan keluarga Whitaker.

Keluarga Whitaker sangat tertutup, tak pernah ada yang mengetahui bagaimana awal mula perkawinan sedarah terjadi. Bahkan, tak ada yang tahu dari mana mereka berasal dan siapa orangtua mereka.

Pasalnya, keluarga Whitaker tidak pernah berbicara soal asal usul keluarga lantaran adanya keterbatasan komunikasi. Meski begitu, Laita menemukan dugaan jika efek perkawinan sedarah adalah apa yang terjadi dalam keluarga misterius tersebut.

Hal ini diamati berdasarkan efek dan pola tradisi perkawinan sedarah yang umum terjadi di wilayah Virginia Barat. Namun, belakangan, di tahun 2021, ketika Laita kembali melakukan wawancara dengan keluarga tersebut, terkonfirmasi bahwa orang tuanya memiliki hubungan keluarga sedarah, mereka adalah sepupu.

Ayahnya adalah penambang batu bara dan ibunya tinggal di rumah.

“Banyak laporan mengungkap bahwa keturunan inbrida-perkawinan sedarah-menderita cacat kognitif, gangguan fungsi paru-paru, penyakit jantung, dan rentan terhadap penyakit lain. Anak-anak inbrida berisiko mengalami kelainan genetik resesif,” kata dia.

Dokter dan seluruh ilmuwan mengonfirmasi perkawinan sedarah memicu keturunan mengalami cacat bawaan dan penyakit genetik. Akibatnya, kecacatan yang dialami keluarga Whitaker disebut sangat menyedihkan.

“Keluarga itu tinggal di rumah jompo tidak terawat, membuat video merasa menyedihkan,” tulis laporan artikel The Whitaker family inbred story: Inbreeding may have caused the family’s health defects, awal Januari 2022.

Keluarga Whitaker dilaporkan mengalami kemiskinan akut, lantaran kondisi fisik dan mental yang serba terbatas. Sayangnya, hingga kini belum ada temuan lanjut terkait keluarga Whitaker yang disebut melakukan perkawinan sedarah karena kondisi keluarga yang tertutup, sulit untuk melanjutkan penyelidikan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *