Indonesiadaily.net – Kasus gagal ginjal akut di kalangan anak usia 6 bulan hingga 16 tahun terus mengalami peningkatan. Ada dua jenis gagal ginjal yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Mari kita kenali lebih lanjut perbedaannya.
Melansir data Kemenkes RI, tercatat 189 kasus gagal ginjal akut pada tanggal 18 Oktober 2022, yang paling banyak didominasi oleh anak usia 1 hingga 5 tahun.
Oleh karena itu, kemenkes juga meminta orang tua untuk tidak panik namun selalu waspada.
Apabila anak mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti ada diare, mual ,muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.
“Orang tua harus selalu hati-hati, pantau terus kesehatan anak-anak kita, jika anak mengalami keluhan yang mengarah kepada penyakit gagal ginjal akut, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jangan ditunda atau mencari pengobatan sendiri,” kata Plt. Direktur Pelayanan Kesenatan Rujukan dr. Yanti Herman, MH. Kes.
Pastikan bila anak sakit cukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan minum air. Lebih lanjut, gejala lain yang juga perlu diwaspadai orang tua adalah perubahan warna pada urine (pekat atau kecoklatan). Bila warna urine berubah dan volume urine berkurang, bahkan tidak ada urine selama 6-8 jam (saat siang hari), orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Gagal ginjal adalah penurunan fungsi ginjal dua organ berbentuk kacang yang membuang limbah dan air dari darah untuk membuat urin atau kencing.
Organ tersebut adalah bagian dari saluran kemih. Saluran kemih juga mencakup kandung kemih (yang menampung urin), ureter (saluran yang membawa urin dari setiap ginjal ke kandung kemih) dan uretra (tempat keluarnya urin).
Ginjal yang sehat menyaring racun dan kelebihan cairan dari darah. Selain itu, ginjal juga membantu mengontrol tekanan darah, memproduksi sel darah merah dan mengontrol penyerapan kalsium.
Gagal ginjal akut terjadi tiba-tiba dan seringkali reversibel.Penyebabnya bisa karena kecelakaan, luka, penyakit, infeksi, syok atau konsumsi racun atau obat.
Ketika ginjal rusak tubuh berhenti memproduksi urin. Akibatnya racun menumpuk di aliran darah, membuat pasien bingung atau tidak sadar dan kelebihan cairan.
Pasien yang mengalami gagal ginjal akut diberikan diet khusus, pembatasan cairan dan dialisis sementara sampai ginjalnya sembuh. Dengan pengobatan, fungsi ginjal dapat kembali normal.
Sementara itu, gagal ginjal kronis berkembang dalam waktu lama dan umumnya tidak reversibel.
Setelah penyakit berkembang dan fungsi ginjal turun hingga 10 hingga 15 persen dialisis biasanya diperlukan.
Dialisis bisa menggantikan fungsi ginjal yang sehat tetapi bukan obat untuk penyakit ginjal.
Umumnya pasien perlu menjalani dialisis selama sisa hidupnya atau menerima transplantasi ginjal.
Gagal ginjal akut datang dengan cepat dan seringkali dapat disembuhkan.
Gagal ginjal kronis di sisi lain datang perlahan dan umumnya mengarah ke dialisis jangka panjang. (*)
Editor : Nur Komalasari






