Jarang Disorot, Ini Tokoh Perempuan yang Terlibat dalam Peristiwa Sumpah Pemuda

Ilustrasi perjuangan kaum wanita di hari sumpah pemuda (ilustrasi by pixabay)

Indonesiadaily.net – Tepat hari ini 94 tahun yang lalu, pemuda Indonesia berikrar tentang sumpah yang lahir dari hasil Kongres Pemuda II. Hari ini kita mengenal sumpah itu diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.

Sumpah ini memberikan kekuatan untuk menyatukan bangsa pada saat itu yang hadir dari banyaknya latar budaya. Menyitat dari Suara.com, dari sejumlah dokumen sejarah yang menceritakan ulang peristiwa bersejarah ini, jarang sekali yang menyorot keterlibatan beberapa tokoh perempuan di balik Sumpah Pemuda.

Bacaan Lainnya

Ini dia tokoh perempuan yang terlibat di peristiwa sejarah sumpah pemuda:

1. Siti Soendari

Siti Soendari yang merupakan adik bungsu dr. Soetomo. Beliau berasal dari kalangan Jawa elit dan berhasil menempuh pendidikan tinggi dengan gelar Meester in de Ritchen (Sarjana Hukum) di Universitas Leiden di Belanda pada tahun 1934. Pada masa itu, tidak mudah bagi perempuan untuk bisa mengenyam pendidikan yang tinggi.

Bahkan, Siti adalah perempuan ke-2 yang berhasil mendapatkan gelar tersebut. Selain berhasil dalam pendidikan, Siti juga pernah menjabat sebagai direktur bank.

Di Kongres Pemuda II, Siti berpidato soal rasa cinta Tanah Air. Beliau menekankan bahwa rasa cinta tanah air harus ditanamkan pada perempuan sejak kecil, tidak hanya pada laki-laki saja. Saat itu Siti berpidato dalam bahasa Belanda sehingga Muhammad Yamin, selaku Sekretaris Kongres Pemuda II, menerjemahkan pidato Siti.

2. Emma Poeradiredja

Emma Poeradiredja adalah tokoh perempuan yang mengenyam pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Selama hidupnya, beliau aktif dalam berbagai organisasi yang bergerak di bidang perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kesetaraan perempuan.

Emma juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota DPR/MPR Indonesia. Di Kongres Pemuda II, Emma yang menjabat sebagai Ketua Cabang Bandung Jong Islamieten Bond berpidato mengenai peran para perempuan agar terlihat tidak hanya dalam pembicaraan pergerakan namun juga dengan perbuatan.

3. Poernomowoelan

Ketiga, Poernomowoelan yang merupakan seorang guru dan salah satu perwakilan pemuda Taman Siswa.

Dia menjadi pembicara pertama di mimbar Kongres Pemuda II. Sebagai tokoh yang aktif di bidang pendidikan, beliau berpidato soal mencerdaskan bangsa yang harus disertai dengan pendidikan yang tertib dan disiplin. Selain itu, menurutnya anak haruslah mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah maupun di rumah.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *