Indonesiadaily.net – Membersihkan lidah mungkin menjadi bagian yang kerap tertinggal ketika menggosok gigi. Ketika kegiatan membersihkan lidah ini dilakukan secara rutin manfaat bagi kesehatan mulut bisa dirasakan.
Ketika kebiasaan ini tidak dilakukan, bakteri di dalam mulut bisa berkembang dengan cepat. dampaknya, bau napas dan keluhan kesehatan mulut lainnya bisa timbul.
Berikut ini manfaat bagi anda yang rutin menjaga kesehatan lidah seperti dilansir dari Kompas.com.
1.Meningkatkan kesehatan mulut
Menurut National Institutes of Health (NIH), dalam mulut manusia terdapat beragam mikroba, yang terdiri dari 700 spesies bakteri dan jamur.
Beberapa mikroba bermanfaat dalam membantu proses pencernaan di mulut, sedangkan yang lain menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, dan penumpukan plak.
Menggosok gigi saja ternyata tak cukup untuk membersihkan mulut Anda. Pasalnya, bakteri jahat juga bisa menumpuk di lidah.
2.Meningkatkan kemampuan lidah sebagai indra pengecap
Rutin menggosok permukaan lidah itu berarti Anda dapat memiliki langit-langit mulut yang segar. Kebiasaan ini lama-kelamaan juga meningkatkan kemampuan lidah dalam merasakan makanan.
Untuk mengetahui bagaimana kebiasaan menggosok lidah memengaruhi sensasi rasa, sebuah penelitian meminta kelompok orang dewasa dengan gusi yang sehat untuk membersihkan lidah dua kali sehari selama 2 minggu.
Peneliti membiarkan partisipan memilih antara alat gosok yang terbuat dari karet atau bulu sikat. Penelitian tersebut membuktikan bahwa menggosok lidah tidak hanya mengurangi bakteri. Rutin menggosok lidah juga dapat meningkatkan kemampuan pengecapan, terutama dalam hal rasa pahit dan asin. Selain itu, diketahui bahwa alat gosok dari karet lebih efektif daripada bulu sikat layaknya sikat gigi.
3.Menyegarkan napas
Bau mulut tak hanya menyebabkan seseorang malu atau hilang kepercayaan diri. Bau tersebut kemungkinan juga menunjukkan kondisi kesehatan mulut yang buruk.
Menyikat gigi dan flossing secara teratur belum dapat membuat napas lebih segar. Pasalnya, bakteri di bagian belakang lidah dapat berinteraksi dengan sisa makanan dan menghasilkan senyawa belerang yang berbau.(*)
Editor: Nur Komalasari






