Ingin Lebih Kuat, Airlangga Hartanto Rutin Bahas Koalisi dengan Presiden

Airlangga Hartanto
Airlangga Hartanto

Indonesiadaily.net – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terus dikomunikasikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartanto kepada Presiden Jokowi. Hal ini sebagai salah satu cara untuk membuat koalisi semakin kuat.

Komunikasi juga dilakukan sebagai cara untuk menentukan bagaimana langkah selanjutnya kedepan.

Bacaan Lainnya

“Tentu kalau komunikasi dengan Bapak Presiden itu secara rutin menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil dalam kegiatan-kegiatan partai ke depan,” papar dia Senin (10/10).

Airlangga menjelaskan, pembentukan koalisi lebih awal memang penting dilakukan. Menurutnya, hal itu baik untuk membangun kerja sama dengan partai dari semua tingkatan dari awal.

“Persiapan lebih awal tentu banyak hal yang harus dilakukan, visi-misi. Kedua tentu kerja sama bukan hanya level DPP, bukan hanya di pusat tetapi di daerah termasuk provinsi dan kabupaten/kota,” tuturnya.

“Oleh karena itu, ini memerlukan sebuah mekanisme Tersendiridi dan membutuhkan kegiatan bersama. Di mana dengan kegiatan bersama itu nanti akan terlihat kerja sama yang baik antar partai politik,” katanya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto mengakui pembentukan koalisi untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) yang dilakukan di menit-menit akhir, justru cenderung minim akan soliditas.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga Hartanto saat menjelaskan, alasan Golkar bersama PAN dan PPP membentuk KIB lebih awal dari partai-partai politik lain. Airlangga mengatakan, politik di Indonesia memerlukan kerja sama antarpartai politik, terutama untuk menghadapi agenda-agenda Pemilu di 2024.

“Dan berdasarkan pengalaman partai Golkar itu kami sudah mengikuti dan pembentukan koalisi di menit-menit terakhir itu tidak diikuti dengan soliditas daripada koalisi itu sendiri,” kata Airlangga dalam acara yang digelar XYZ+ secara daring, Senin (10/10/2022).

Menurutnya, pembentukan koalisi di menit-menit akhir menjelang Pilpres justru dianggapnya sangat tidak optimal dilakukan.

“Sehingga tidak optimal untuk partai-partai politik yang masuk di dalam koalisi. Nah berdasarkan pengalaman mulai dari pemilu 2004, 2009, 2014, yang terakhir 2019, nah Golkar dalam pandangan dengan para tokoh senior Golkar itu meminta agar persiapan itu lebih awal,” tuturnya.

Menurutnya, dalam membangun koalisi di awal-awal juga butuh persiapan. Salah satunya dengan pembentukan visi dan misi, kemudian juga kerja sama antar level kepengurusan partai.(*)

Editor: Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *